Beritabanten.com — Laut Selat Sunda yang terbentang luas menjadi latar perjalanan para penumpang kapal feri PT Dharma Lautan Utama, Sabtu, 5 September 2026. Namun, perjalanan di tengah laut siang itu tidak berlangsung dalam suasana sunyi. Dari dalam kapal, suara musik dangdut justru mengalun dan menghadirkan keceriaan di antara para penumpang.

Di ruangan berpendingin udara, para penumpang duduk rapi di kursi masing-masing. Mereka tampak menikmati perjalanan sambil mendengarkan lantunan lagu yang dibawakan penyanyi dangdut secara langsung.Hiburan tersebut terbilang gratis. Penumpang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menikmati pertunjukan musik yang disediakan selama perjalanan. Penyanyi pun membuka kesempatan kepada penumpang untuk request lagu pilihan.Satu per satu permintaan lagu disampaikan. Ketika lagu yang dikenal mulai dimainkan, suasana ruangan perlahan berubah. Penumpang yang semula hanya duduk menikmati pemandangan laut mulai ikut bernyanyi mengikuti lirik yang mereka kenal.

Beberapa penumpang tampak tersenyum dan tertawa ketika penyanyi mengajak mereka berinteraksi. Ada pula yang mengikuti irama dengan menggerakkan tangan dan kepala. Suasana yang awalnya tenang berubah menjadi lebih hidup karena musik dangdut yang terus mengalun.

Tidak sedikit penumpang yang kemudian ikut bergoyang kecil dari tempat duduknya. Mereka menikmati hentakan musik sambil sesekali bertepuk tangan. Goyangan sederhana itu menjadi tanda bahwa hiburan di atas kapal mampu membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Penyanyi dangdut yang tampil juga aktif menyapa para penumpang. Setiap request lagu disambut dengan ucapan terima kasih, sekaligus doa agar perjalanan penumpang berjalan lancar hingga sampai tujuan.

“Terima kasih kepada Haji Sadili yang telah meminta lagu. Semoga perjalanan Pak Haji lancar sampai tujuan dan jangan sungkan untuk meminta kepada kami,” kata salah satu penyanyi, Sabtu, 5 September 2026.

Lagu demi lagu terus berkumandang. Suara penyanyi berpadu dengan iringan musik dan sesekali disambut tepuk tangan dari penumpang.

Di luar ruangan, laut Selat Sunda terlihat cerah. Kapal terus bergerak membelah perairan, sementara di dalam kapal para penumpang menikmati suasana dengan cara mereka masing-masing.

Ada yang memilih duduk santai, ada yang ikut bernyanyi, dan ada pula yang bergoyang mengikuti irama dangdut. Perjalanan yang membutuhkan waktu di atas laut itu pun terasa lebih singkat karena perhatian penumpang tertuju pada hiburan yang berlangsung.

Bagi sebagian penumpang, live musik tersebut bukan sekadar pengisi waktu selama perjalanan. Hiburan itu menjadi pengalaman tersendiri saat menyeberangi Selat Sunda, ketika suara musik dan pemandangan laut berpadu dalam satu perjalanan.

Di tengah hamparan laut yang luas, Musthika Kencana terus melaju menuju tujuan. Sementara itu, lagu dangdut masih berkumandang, menemani para penumpang yang memilih menikmati perjalanan dengan senyum, nyanyian, dan goyangan kecil di dalam kapal. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com