Beritabanten.com – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-16 Kota Tangsel mulai menyelenggarakan cabang perlombaan di Kecamatan Setu Kota Tangsel hari ini, Selasa (05/06/2025).

Cabang Murottal Rungu Wicara menjadi salah satu cabang yang paling dinantikan dalam ajang ini, karena merupakan cabang pertama yang diperlombakan dan pertama kali di Indonesia.

Ketua Harian LPTQ Tangsel, KH. Muhammad Sobron Zayyan, menjelaskan pihaknya pada tahun ini memasukkan cabang Murottal Rungu Wicara dalam event MTQ ke-16 Kota Tangsel.

“Dengan adanya cabang ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kemampuan dan bakat penyandang disabilitas rungu wicara, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan dan bakat mereka,” ujarnya.

Cabang Murottal Rungu Wicara ini memperlombakan kemampuan peserta dalam membaca Alquran dengan menggunakan bahasa isyarat.

Dengan adanya cabang ini, diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas rungu wicara untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka dalam membaca Alquran.

“Cabang ini baru pertama kali diperlombakan dalam MTQ, baik provinsi maupun nasional, dan Kota Tangsel yang mempeloporinya. Semoga bisa diikuti oleh kabupaten/kota, provinsi, bahkan nasional,” harapnya.

Peserta cabang Murottal Rungu Wicara ini berasal dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang Selatan, dan akan bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam membaca Alquran dengan menggunakan bahasa isyarat.

Diberitakan, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah membuka pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-16 Kota Tangsel yang dihelat di Kawasan Kantor Kecamatan Setu, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu Kota Tangsel Senin malam 4 Agustus 2025.

Wagub Dimyati mengatakan kualitas pelaksanaan MTQ sangat tergantung pada sikap dewan hakim ketika menilai, jangan mendahulukan kepemtimgan tertentu.

“Jagan sampai singakatan Hakim jadi Hadap ke Aku Kalau Ingin Menang,” katanya, Senin.

Akronim tersebut merupakan alarm bahaya jika terjadi pada MTQ ke-16 Kota Tangsel, karena nanti akan berpengaruh pada pelaksanaan MTQ Provinsi sehingga tidak akan melahirkan peserta terbaik di MTQ Nasional.

“Hati-hati betul ya para hakim, karena di tangan anda sekalian nasib kafilah Banten di MTQ Nasional. Ini penting untuk saya sampaikan, karena kan sebentar lagi MTQ Banten terus nanti kan harus menang di nasional,” dia mengingatkan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com