Beritabanten.com — Pada Selasa.28 Juli 2026, suasana Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang Selatan (Tangselagamaan yang diinisiasi oleh MUI Tangsel untuk menghadirkan ruang pembelajaran Islam secara mendalam.

Para peserta tidak hanya mengikuti pembac bagian dari ikhtiar untuk merawat khazanah Islam dengan menghadirkan para pembedah yang kompeten di bidangnya. Para pemateri yang hadir memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai sehingga) secara rutin menjadi ruang berkumpulnya para pengurus, ulama, dan jamaah dalam kegiatan pengajian kitab kuning mingguan. Melalui kegiatan tersebut, tradisi keilmuan Islam terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya menjaga dan merawat khazanah Islam.

Kegiatan pengajian kitab kuning ini menjadi salah satu program keagamaan yang diinisiasi oleh MUI Tangsel untuk menghadirkan ruang pembelajaran Islam secara mendalam. Para peserta tidak hanya mengikuti pembacaan kitab, tetapi juga diajak memahami kandungan, pesan, serta nilai-nilai keislaman yang terdapat dalam karya para ulama terdahulu.

Dalam rilis yang disampaikan pengurus, program pengajian kitab kuning mingguan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk merawat khazanah Islam dengan menghadirkan para pembedah yang kompeten di bidangnya. Para pemateri yang hadir memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai sehingga pembahasan kitab dapat disampaikan secara terarah dan mudah dipahami oleh jamaah.

Melalui forum kajian ini, MUI Tangsel berupaya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah dan pendidikan keagamaan di Indonesia. Kitab kuning yang menjadi rujukan para ulama sejak masa lalu terus dikaji agar nilai-nilai keilmuan di dalamnya tetap hidup dan dapat dipahami oleh generasi saat ini.

Pengajian kitab kuning bukan sekadar kegiatan membaca teks klasik, tetapi juga menjadi proses menggali pemikiran para ulama dalam memahami aj semacam ini memiliki peran penting dalam membangun pemahaman agama yang kuat dan berakar pada sumber-sumber keilmuan yang terpercaya. Dengan adanya pendalamanaran Islam. Di dalamnya terdapat pembahasan mengenai akidah, fikih, akhlak, serta berbagai persoalan kehidupan yang dikaji berdasarkan tradisi keilmuan yang panjang.

Tradisi kajian semacam ini memiliki peran penting dalam membangun pemahaman agama yang kuat dan berakar pada sumber-sumber keilmuan yang terpercaya. Dengan adanya pendalaman terhadap kitab-kitab ulama, masyarakat diharapkan mampu memahami ajaran Islam secara lebih luas, bijak, dan tidak terlepas dari nilai-nilai keilmuan.

Selain menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, pengajian kitab kuning mingguan juga menjadi wadah mempererat hubungan antara ulama, pengurus MUI, dan masyarakat. Pertemuan rutin tersebut menc keberadaan kajian kitab kuning menjadi semakin penting. Tradisi keilmuan Islam yang diwariskan para ulama dapat menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai persoalan umat dengan tetap mengedepankan ilmu, akhlak, dan nilai moderUI Tangsel, Majelis Ulama Indonesia Tangerang Selatan, kajian Islam, kitab kuning, khazanah Islam, ulama, tradisi keilmuan Islam, dakwah Islam, pendidikaniptakan ruang silaturahmi sekaligus memperkuat semangat belajar agama secara bersama-sama.

Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi keagamaan, keberadaan kajian kitab kuning menjadi semakin penting. Tradisi keilmuan Islam yang diwariskan para ulama dapat menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai persoalan umat dengan tetap mengedepankan ilmu, akhlak, dan nilai moderasi.

Melalui program pengajian kitab kuning mingguan di Kantor MUI Tangsel, upaya merawat khazanah Islam terus dilakukan dengan menghadirkan pembelajaran yang berkesinambungan. Kehadiran para pembedah yang kompeten menjadi bagian penting dalam menjaga agar warisan intelektual Islam tetap dipelajari, dipahami, dan diteruskan kepada generasi berikutnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com