Beritabanten.com – Menjelang Muktamar NU 2026 di Jombang, Jawa Timur nanti, nama Nasaruddin Umar mulai mencuat dalam bursa pencalonan Ketua Umum PBNU.

Sosok yang dikenal sebagai ulama, akademisi, birokrat, dan tokoh nasional tersebut dinilai memiliki modal kuat untuk memimpin Nahdlatul Ulama (NU) di tengah tantangan organisasi ke depan.

Nasaruddin Umar bukan figur baru di lingkungan PBNU. Perjalanan panjangnya sebagai kader dan tokoh NU menunjukkan pengalaman yang luas dalam bidang keagamaan, pendidikan, hingga pemerintahan.

Ia pernah dipercaya menduduki posisi penting sebagai Menteri Agama RI serta menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Nasaruddin Umar dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan yang lengkap.

Ia memiliki latar belakang sebagai akademisi Islam, ulama yang aktif dalam kajian keislaman, sekaligus memiliki pengalaman mengelola lembaga besar dengan jaringan nasional dan internasional.

Roktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar, Menteri Yusril Ihza Mahendra dan Nasarudin Umar di acara Peluncuran dan Bedah Tiga Buku Seri Pemikiran Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta, Kamis (16/7/2026) – Beritabanten.com/Marfi.

Pertimbangan Kemampuan Personal

Dalam dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama, kemampuan personal seorang kandidat menjadi salah satu aspek penting. Namun, tradisi pemilihan di tubuh NU juga sangat dipengaruhi oleh kedekatan kandidat dengan struktur organisasi, mulai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) hingga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Nasaruddin Umar memiliki keunggulan dari sisi pengalaman nasional dan kemampuan komunikasi lintas kelompok.

Gaya kepemimpinannya yang moderat, inklusif, dan mengedepankan dialog dinilai sejalan dengan kebutuhan NU menghadapi perubahan zaman.

Tantangan NU ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga menyangkut transformasi digital, kemandirian ekonomi umat, pengembangan pendidikan, serta peran NU dalam percaturan global.

Dalam konteks tersebut, figur dengan pengalaman pemerintahan dan jaringan luas seperti Nasaruddin Umar dianggap memiliki peluang untuk membawa arah baru bagi organisasi.

Menag Nasarudin Umar – Net.

Pengalaman Luas Nasaruddin Umar

Kabar mengenai munculnya nama Nasaruddin Umar dalam bursa Ketua Umum PBNU mendapat perhatian dari sejumlah kalangan warga Nahdliyin.

Sebagian warga NU melihat sosok Nasaruddin sebagai figur yang memiliki pengalaman luas dan mampu menjaga keseimbangan antara tradisi keislaman, dunia akademik, serta kebutuhan organisasi modern.

Latar belakangnya sebagai ulama dan tokoh nasional menjadi salah satu alasan munculnya harapan agar NU semakin berperan dalam menjawab persoalan kebangsaan.

Bagi sebagian warga NU, kepemimpinan ke depan membutuhkan figur yang tidak hanya memahami tradisi pesantren, tetapi juga memiliki kemampuan membangun komunikasi di tingkat nasional dan internasional.

Sejumlah kalangan warga NU juga menilai pengalaman Nasaruddin Umar di pemerintahan dapat menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan antara organisasi keagamaan dan negara.

Kemampuannya membangun komunikasi dengan berbagai kelompok dianggap menjadi nilai tambah, terutama ketika NU menghadapi tantangan seperti penguatan ekonomi umat, pendidikan kader, serta peran generasi muda dalam organisasi.

Menag Nasaruddin dan Gus Lilur – Net.

Muktamar NU Harus Bersih dari Kepentingan Politik

Di tengah dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU, tokoh muda Nahdlatul Ulama sekaligus pengusaha muda asal Madura, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, mendorong agar Muktamar NU ke-35 berjalan bersih dari intervensi aktor politik dan kepentingan praktis.

Menurut Gus Lilur, Muktamar NU kali ini menjadi momentum krusial yang akan menentukan arah masa depan organisasi, apakah NU tetap berada dalam jalur keulamaan atau justru semakin terseret dalam pusaran politik praktis.

“NU ini didirikan oleh para ulama besar dengan fondasi ilmu dan akhlak, bukan untuk menjadi alat kepentingan kekuasaan,” ujar Gus Lilur kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).

Gus Lilur menilai munculnya sejumlah nama yang digadang-gadang maju sebagai calon Ketua Umum PBNU menunjukkan bahwa batas antara organisasi keagamaan dan kepentingan politik masih menjadi isu yang perlu diperhatikan.

Ia mengingatkan agar seluruh pihak menghormati tradisi organisasi NU yang mengedepankan musyawarah, peran para kiai, serta suara struktur resmi di berbagai tingkatan.

Nasarudin Umar merupakan akademisi terkemuka di tanah air – Net.

Dekat dengan Akar Rumput

Di kalangan pesantren dan kader muda NU, muncul harapan agar pemimpin PBNU berikutnya mampu menghadirkan kepemimpinan yang dekat dengan akar rumput.

Ketua Umum PBNU diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga mampu mendengar aspirasi warga Nahdliyin di berbagai daerah serta memperkuat kemandirian organisasi.

Meski demikian, sebagian warga NU juga mengingatkan bahwa proses pemilihan Ketua Umum PBNU harus tetap berjalan sesuai tradisi organisasi yang mengedepankan musyawarah dan penghormatan terhadap para kiai serta struktur NU.

Dukungan terhadap Nasaruddin Umar maupun munculnya berbagai pandangan dari tokoh NU seperti Gus Lilur dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi internal organisasi.

Keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui mekanisme resmi dalam Muktamar Nahdlatul Ulama.

Meski memiliki rekam jejak kuat, peluang menjadi Ketua Umum PBNU tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pribadi. Konsolidasi dukungan dari para kiai, pengurus wilayah, dan pengurus cabang akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir Muktamar.

Jika melihat perjalanan karier, kapasitas intelektual, pengalaman birokrasi, serta jejaring yang dimiliki, Nasaruddin Umar menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam bursa Ketum PBNU 2026.

Namun, keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme organisasi melalui musyawarah para pemegang suara dalam Muktamar Nahdlatul Ulama. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com