Beritabanten.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang ibu asal Kabupaten Indramayu melahirkan lima bayi kembar sekaligus. Video  viral tersebut dengan cepat menjadi viral dan menuai beragam komentar serta doa dari warganet.

Dalam video yang beredar, sang ibu menceritakan perjalanan kehamilannya yang terbilang unik. Ia mengaku hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) sempat menunjukkan jumlah janin yang berbeda-beda.

“Awalnya terdeteksi empat saat usia kehamilan empat bulan, kemudian pada pemeriksaan berikutnya terlihat tiga sampai usia kandungan tujuh bulan. Tapi setelah proses persalinan ternyata lahir lima bayi,” ujar sang ibu sambil tersenyum bahagia.

Video itu kemudian menampilkan lima bayi mungil yang berada di ruang perawatan rumah sakit. Kelimanya tampak menangis secara bergantian di dalam inkubator, sementara bunyi alat pemantau medis terdengar mengiringi suasana ruang perawatan.

Pada bagian lain video, terlihat sebuah tangan dengan lembut menyentuh bibir salah satu bayi. Momen sederhana itu semakin mengundang rasa haru warganet yang menyaksikan perjuangan sang ibu dan kelima buah hatinya.

Unggahan tersebut juga disertai keterangan bertuliskan, “Hanya Allah, Pandawa Lima alias Kembar Lima,” lengkap dengan emoji, sehingga semakin menarik perhatian pengguna media sosial.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai jenis kelamin maupun kondisi kesehatan terbaru kelima bayi tersebut. Namun, dari video yang beredar, seluruh bayi tampak mendapatkan penanganan intensif dari tenaga medis.

Secara medis, kehamilan kembar lima merupakan kondisi yang sangat langka. Berdasarkan penjelasan Alodokter, kehamilan kembar dapat terjadi ketika dua atau lebih sel telur dibuahi oleh dua atau lebih sel sperma dalam waktu yang sama sehingga menghasilkan kembar non-identik. Sementara pada kembar identik, satu sel telur yang telah dibuahi satu sel sperma membelah menjadi dua atau lebih embrio.

Pada kasus kembar lima, kehamilan bisa terjadi melalui kombinasi beberapa proses tersebut, baik secara alami maupun dengan bantuan teknologi reproduksi. Karena tergolong kehamilan berisiko tinggi, ibu yang mengandung bayi kembar banyak memerlukan pemantauan medis secara intensif selama masa kehamilan hingga persalinan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari rumah sakit maupun pihak keluarga terkait kronologi lengkap persalinan maupun kondisi terkini ibu dan kelima bayi tersebut. Masyarakat pun diimbau menunggu informasi resmi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com