Beritabanten.com – Kasus pencurian 1.700 baki makanan atau ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciputat, Kota Tangerang Selatan, menjadi pengingat penting bahwa pengamanan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyangkut distribusi makanan, tetapi juga perlindungan terhadap aset operasional.
Terungkapnya kasus tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap keberlangsungan program strategis nasional bisa muncul dari berbagai sisi, termasuk dugaan penyalahgunaan akses oleh pihak yang mengetahui aktivitas di lingkungan dapur MBG. Kondisi itu dinilai menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan internal di seluruh SPPG yang beroperasi di Indonesia.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polsek Ciputat Timur menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara satu pelaku lainnya masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi mengungkap sekitar 1.700 ompreng berbahan stainless steel beserta sejumlah peralatan operasional, seperti kompor, genset, hingga perangkat CCTV, diduga dicuri dan dijual kepada pengepul barang bekas.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa setiap dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menyimpan aset operasional bernilai besar yang harus dikelola dengan sistem keamanan yang memadai.
Pengamanan tidak cukup hanya mengandalkan petugas keamanan maupun kamera pengawas. Pengelola SPPG perlu menerapkan sistem pengendalian akses, pencatatan inventaris secara digital, audit aset berkala, hingga mekanisme pengawasan berlapis agar potensi kehilangan dapat diminimalkan.
Program Makan Bergizi Gratis yang terus diperluas pemerintah membutuhkan tata kelola yang semakin profesional. Selain menjamin kualitas makanan bagi penerima manfaat, pengamanan terhadap seluruh sarana dan prasarana pendukung juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional program.
Beruntung, kasus di SPPG Ciputat berhasil diungkap aparat kepolisian sehingga dugaan tindak pidana tersebut dapat segera diproses. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola dapur MBG di berbagai daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan aset.
Ke depan, penyusunan standar operasional pengamanan yang lebih ketat, peningkatan pengawasan internal, serta evaluasi berkala terhadap sistem pengelolaan aset dinilai perlu menjadi perhatian. Dengan demikian, keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditopang oleh kualitas pelayanan, tetapi juga oleh sistem pengamanan yang mampu menjaga seluruh fasilitas operasional secara optimal. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan