Beritabanten.com – Ketua Muallaf Center MUI Kota Tangerang Selatan KH Aep Saepudin menyambut hangat berdirinya Muallaf Center MUI Kabupaten Tangerang.
Pelantikan pengurus yang dirangkaikan dengan Milad ke-51 MUI Kabupaten Tangerang di Kantor MUI Kabupaten Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026, dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan, pembinaan, dan pendampingan bagi para mualaf.
Menurut KH Aep, kehadiran Muallaf Center di berbagai daerah akan memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam membina para mualaf agar mampu menjalankan ajaran Islam secara utuh.
“Saya sangat bergembira dengan kehadiran Muallaf Center MUI Kabupaten Tangerang. Ini menjadi awal yang baik untuk bergandengan tangan dalam melayani umat serta membangun kolaborasi antarkabupaten dan kota menuju Banten yang religius, maju, dan berdaya saing,” ujar KH Aep melalui pesan elektronik, Rabu, 29 Juli 2026.
Ketua LPTQ Kecamatan Pamulang itu menilai, tantangan pembinaan mualaf saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Arus informasi yang begitu deras tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga berpotensi memengaruhi akidah, pemahaman keagamaan, hingga akhlak masyarakat jika tidak disertai pembinaan yang berkelanjutan.
“Menjadi muslim di era digital membutuhkan bekal ilmu yang kuat. Karena itu, Muallaf Center harus hadir bukan sekadar memfasilitasi prosesi syahadat, tetapi menjadi rumah pembinaan yang mendampingi para mualaf agar mampu menjalankan ibadah dengan benar dan memiliki ketahanan akidah,” katanya.
Ia menegaskan, tugas terbesar Muallaf Center justru dimulai setelah seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat.
Pendampingan secara intensif, mulai dari pembelajaran dasar-dasar Islam, bimbingan ibadah, hingga penguatan mental dan sosial, menjadi faktor penting agar para mualaf dapat tumbuh menjadi muslim yang percaya diri dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Tantangan terberat bukan mengislamkan seseorang, tetapi menjaga agar akidahnya tetap kokoh, ibadahnya terus berkembang, dan ia dapat menjadi pribadi yang menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” tegasnya.
KH Aep menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir Muallaf Center MUI Kota Tangerang Selatan telah menjalankan berbagai program pembinaan, mulai dari bimbingan baca Al-Qur’an, pendalaman akidah, praktik ibadah, konsultasi keislaman, hingga pendampingan sosial bagi para mualaf.
Program tersebut terus dikembangkan sesuai kebutuhan para mualaf yang berasal dari latar belakang yang beragam.
Ke depan, ia berharap berdirinya Muallaf Center di Kabupaten Tangerang menjadi awal lahirnya jaringan pembinaan mualaf yang terintegrasi di seluruh wilayah Banten.
Menurutnya, kolaborasi antarpengurus Muallaf Center di tingkat kabupaten dan kota akan memperkuat pertukaran pengalaman, penyusunan program bersama, peningkatan kapasitas pembina, hingga penanganan berbagai persoalan yang dihadapi para mualaf.
“Pembinaan mualaf tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara Muallaf Center di seluruh kabupaten dan kota di Banten agar pelayanan semakin merata, kualitas pembinaan semakin baik, dan para mualaf benar-benar merasakan kehadiran umat Islam yang membimbing, menguatkan, sekaligus merangkul mereka sebagai keluarga besar Islam,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, MUI, lembaga zakat, masjid, hingga organisasi kemasyarakatan Islam untuk bersama-sama mendukung program pembinaan mualaf.
Menurutnya, keberhasilan membina para mualaf bukan hanya menjadi tanggung jawab Muallaf Center, melainkan ikhtiar bersama dalam memperkuat kualitas kehidupan keagamaan di Banten.
“Semoga ikhtiar ini membawa manfaat yang lebih luas. Kami juga terbuka terhadap berbagai masukan agar pembinaan mualaf semakin baik. Sebab, menjaga keistiqamahan akidah dan membentuk pribadi muslim yang berkualitas adalah pekerjaan besar yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan kepedulian bersama,” tutupnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan