Beritabanten.com – Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026), menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menghargai peran perguruan tinggi dalam perjalanan sejarah Indonesia. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa universitas telah melahirkan banyak pemikir dan pendiri bangsa sehingga kontribusinya tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan negara.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai peran institusi pendidikan tinggi dan militer dalam pembangunan nasional. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, namun sama-sama menjadi bagian dari sistem kenegaraan yang saling melengkapi.

Dalam kajian pendidikan tinggi, Clark Kerr melalui The Uses of the University menjelaskan bahwa universitas berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pembentukan sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan maupun perubahan sosial.

Sementara itu, dalam kajian hubungan sipil dan militer, Samuel P. Huntington melalui The Soldier and the State menjelaskan bahwa militer memiliki fungsi utama menjaga pertahanan dan kedaulatan negara. Profesionalisme militer dibangun melalui pelaksanaan tugas pertahanan sesuai mandat konstitusi, sedangkan pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan akademik menjadi ranah institusi sipil.

Dalam konteks Indonesia, sejarah menunjukkan bahwa pembangunan bangsa melibatkan kontribusi berbagai unsur masyarakat. Perguruan tinggi melahirkan banyak pemikir, akademisi, dan pemimpin, sementara militer memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan negara dan mempertahankan kedaulatan nasional.

Konsep functional differentiation dalam ilmu pemerintahan juga menjelaskan bahwa negara modern dibangun melalui pembagian fungsi antarlembaga. Setiap institusi menjalankan peran sesuai kewenangan dan kompetensinya sehingga tujuan penyelenggaraan negara dapat dicapai secara efektif.

Karena itu, diskusi mengenai peran universitas maupun militer sebaiknya ditempatkan dalam perspektif saling melengkapi, bukan saling dipertentangkan. Pengembangan ilmu pengetahuan, pertahanan negara, pelayanan publik, maupun pembangunan ekonomi merupakan bagian dari proses yang sama dalam membangun bangsa.

Kata kunci: Saiful Mujani, universitas, militer, pendidikan tinggi, TNI, Clark Kerr, Samuel P. Huntington, pembangunan nasional, perguruan tinggi, Indonesia.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com