Beritabanten.com – Putusnya jembatan bambu yang menjadi akses utama menuju SDN Padahayu 2, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, memaksa puluhan siswa menyeberangi Sungai Cipunten Agung setiap hari untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Puluhan siswa terpaksa harus melintasi sungai selebar sekitar 26 meter itu dengan berjalan kaki. Demi menjaga keselamatan, para siswa didampingi orang tua saat menyeberang karena arus sungai cukup deras dan bebatuan di dasar sungai licin.

Salah seorang orang tua siswa, Siti Romlah (55), mengatakan anak-anak harus melepas sepatu dan kaus kaki sebelum menyeberangi sungai. Bahkan, kini mereka membawa sandal karena pernah ada siswa yang terpeleset hingga jatuh ke air.

“Anak-anak harus melepas sepatu dan kaus kaki agar tidak basah. Pernah ada siswa yang jatuh ke air karena batunya licin, makanya sekarang anak-anak pada bawa sandal,” kata Siti, melansir Antaranews.com, Jumat, (31/7/2026).

Menurutnya, kesulitan semakin dirasakan ketika hujan turun. Selain harus memutar sejauh sekitar tiga kilometer melalui jalan tanah yang licin, siswa juga kerap tidak dapat berangkat ke sekolah apabila debit air sungai meningkat.

“Kami sangat berharap adanya jembatan permanen di sini dan akses jalan juga diperbaiki agar anak-anak semakin semangat pergi ke sekolahnya,” ujarnya.

Kepala SDN Padahayu 2, Tedy Rustandi, mengatakan putusnya Jembatan Cingenge tidak hanya menghambat aktivitas belajar siswa, tetapi juga berdampak pada penurunan jumlah peserta didik.

Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki 57 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Banyak orang tua memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain karena khawatir terhadap keselamatan saat melintasi sungai.

Di sisi lain, kondisi bangunan sekolah juga membutuhkan perhatian. Tedy menyebut terdapat empat ruangan yang mengalami kerusakan, yakni tiga ruang kelas dan satu ruang guru.

“Salah satu ruang kelas rusak berat sehingga tidak dapat digunakan. Untuk sementara siswa kelas VI belajar di ruang guru, sedangkan ruang guru dipindahkan ke perpustakaan,” katanya.

Ia menambahkan, SDN Padahayu 2 sebelumnya dikabarkan masuk dalam program revitalisasi pemerintah. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan pembangunan, baik untuk perbaikan gedung sekolah maupun akses menuju sekolah. (Rez)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com