Beritabanten.com – Sebanyak 165 siswa madrasah dari Kabupaten Pandeglang membawa satu misi besar ketika melangkah menuju ajang Madrasah Light Competition (MLC) Tingkat Provinsi Banten 2026. Mereka bukan hanya datang untuk mengejar kemenangan, tetapi membawa nama daerah dan harapan lahirnya generasi madrasah yang unggul, percaya diri, dan berkarakter.

Di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Senin (27/7/2026), suasana pelepasan kontingen terasa penuh semangat. Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani secara resmi melepas para peserta sekaligus menitipkan pesan agar mereka bertanding dengan penuh keyakinan dan menjunjung tinggi sportivitas.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang, keberangkatan para siswa ini bukan sekadar agenda perlombaan. Lebih dari itu, MLC menjadi ruang pembuktian bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam bidang keagamaan, tetapi juga unggul dalam sains, olahraga, seni, dan berbagai kemampuan lainnya.

“Yang paling penting tetap jaga sportivitas. Kami sangat bangga dan memberikan semangat langsung kepada anak-anak. Mudah-mudahan mereka bisa meraih prestasi yang membanggakan dan membawa harum nama Kabupaten Pandeglang,” ujar Bupati Dewi.

Menurut Dewi, anak-anak madrasah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi generasi masa depan. Karena itu, ruang kompetisi seperti MLC harus dimanfaatkan sebagai tempat belajar, membangun mental, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Ia menilai keberhasilan seorang siswa tidak hanya diukur dari piala yang diraih, tetapi juga dari proses perjuangan, kedisiplinan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi.

“Madrasah bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga mampu mencetak anak-anak yang siap bersaing di berbagai bidang. Mereka harus memiliki kemampuan yang lengkap agar mampu menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Kontingen Pandeglang yang diberangkatkan terdiri dari siswa berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Mereka akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan, seperti futsal, tenis meja, bola voli, senam gembira, tahfiz Al-Qur’an, hingga pidato tiga bahasa. Setiap cabang menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan terbaiknya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang Lukmanul Hakim mengatakan, MLC Tingkat Provinsi Banten 2026 merupakan bagian dari upaya pembinaan prestasi sekaligus memperkuat hubungan antar madrasah di seluruh Banten.

Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya mengejar juara, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang aktif, kreatif, sportif, dan memiliki semangat berprestasi.

“MLC menjadi wadah untuk menggali potensi siswa madrasah. Kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat,” ujarnya.

Bagi para peserta, perjalanan menuju panggung MLC adalah kisah tentang keberanian dan perjuangan. Di balik latihan yang panjang, ada doa orang tua, dukungan guru, serta harapan besar agar mereka mampu memberikan kebanggaan bagi Pandeglang.

Sebab setiap langkah mereka di arena pertandingan bukan hanya tentang menang atau kalah. Mereka sedang membawa pesan bahwa madrasah mampu menjadi tempat lahirnya generasi emas yang siap menghadapi masa depan.

Pandeglang kini menunggu cerita dari para pejuang kecilnya. Dari tangan dan semangat mereka, nama daerah akan dipertaruhkan di panggung MLC Banten 2026. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com