BeritaBanten.com – Jerami yang selama ini identik dengan limbah pertanian ternyata bisa disulap menjadi produk bernilai guna. Di tangan anak-anak muda Banten, limbah tersebut diolah menjadi kayu sintetis ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk lantai, plafon hingga dinding bangunan.
Inovasi bernama Ecovibe Wood itu menjadi Juara I kategori inovasi dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Lomba TTG Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.
Muhammad Fauzan Tri bersama Muhamad Alfa Rivai dan Muhamad Alfarizi menjadi bagian dari tim yang mengembangkan produk tersebut. Mereka memadukan limbah pertanian dengan resin untuk menghasilkan material alternatif pengganti kayu.
“Namanya Ecovibe Wood. Bahannya dari jerami dan resin. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk lantai, plafon, dan dinding bangunan,” ujar Fauzan.
Karya tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa inovasi tidak selalu lahir dari pusat industri atau laboratorium besar. Dari desa dan persoalan yang ditemui sehari-hari, masyarakat justru dapat menciptakan teknologi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan.
Semangat itulah yang mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni menutup Gelar TTG XX dan Lomba TTG Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Eco Plaza, Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).
Andra menegaskan, Gelar TTG merupakan ruang strategis bagi masyarakat untuk berpartisipasi menciptakan solusi atas berbagai persoalan lingkungan. Kehadiran inovasi dari tingkat bawah tersebut juga dinilai sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa.
“Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, serta penghargaan setinggi-tingginya kepada para inovator dari seluruh kabupaten/kota yang telah menghadirkan berbagai gagasan dan karya untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Andra.
Selain Ecovibe Wood, sejumlah inovasi turut mendapat perhatian, mulai dari kompor berbahan bakar oli bekas, aplikasi e-Posyandu hingga genset mini berkapasitas 1.500 watt.
Bagi Pemprov Banten, teknologi tepat guna bukan sekadar perlombaan menciptakan alat atau produk baru. Inovasi diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat, membuka peluang ekonomi, serta memperkuat kemandirian desa.
Saat ini, Provinsi Banten memiliki 99 desa mandiri, 378 desa maju dan 701 desa berkembang.
Untuk memperkuat pembangunan desa, pada 2026 Pemprov Banten menyalurkan bantuan keuangan desa sebesar Rp120 juta per desa kepada 1.238 desa. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp148 miliar.
Dukungan juga diberikan melalui pembangunan infrastruktur dasar. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) pada 2025 telah menangani 62 ruas jalan dan satu jembatan dengan total panjang 71 kilometer.
Di sektor pertanian, Pemprov Banten juga membangun tujuh daerah irigasi sepanjang 6,90 kilometer yang mampu mengairi 881,28 hektare sawah.
Dengan dukungan APBN, ke depan akan ditangani 12 daerah irigasi sepanjang 80,81 kilometer untuk melayani 9.259 hektare sawah.
“Menghadirkan layanan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung ke masyarakat, khususnya bagi para petani, adalah prioritas,” ujar Andra.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menjadi salah satu fondasi tumbuhnya inovasi baru di desa.
“Dari desa banyak potensi yang bisa digali dan SDM-nya unggul. Bapak Presiden menjadikan desa sebagai titik awal keberhasilan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten Gunawan Rusminto mengatakan Gelar TTG merupakan agenda tahunan untuk menampilkan karya cipta dan inovasi masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kreasi dan inovasi masyarakat untuk menjadi juara sekaligus mendorong kemajuan daerah,” katanya.
Gelar TTG XX pun menunjukkan bahwa desa bukan hanya menjadi penerima pembangunan. Desa juga dapat menjadi sumber gagasan, pusat inovasi dan penggerak ekonomi.
Dari jerami yang semula dianggap limbah, lahir kayu sintetis. Dari persoalan sehari-hari muncul teknologi. Dan dari desa, tumbuh gagasan yang berpotensi memberikan manfaat lebih luas.
Teknologi tepat guna pada akhirnya bukan hanya tentang kecanggihan sebuah alat, tetapi tentang seberapa besar inovasi tersebut mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat..(Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan