Beritabanten.com – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyebutkan bahwa Angka Harapan Hidup (AHH) ini merupakan indikator penting dalam strategi pembangunan SDM di wilayahnya.
“Ini sudah menjadi bagian dari strategi pembangunan SDM, salah satunya meningkatnya angka harapan hidup masyarakat,” kata Benyamin kepada Tangselpos, Kamis (26/12).
AHH juga menjadi bagian dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mengukur tingkat pembangunan melalui tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Oleh karena itu, pemerintah Kota Tangerang Selatan fokus pada program dan kegiatan yang mendukung peningkatan dalam sektor-sektor tersebut, seperti kesehatan, ketahanan pangan, dan pendidikan, untuk terus meningkatkan IPM dan kualitas hidup masyarakat.
Diberitakan, Angka Harapan Hidup (AHH) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada tahun 2023 mencapai 75,64 tahun, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 73,93 tahun.
Demikian disampaikan rilis resmi di https://www.tangerangselatankota.go.id/ pada Jumat 27 Desember 2024.
Pencapaian tersebut dijelaskan juga tidak hanya lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional, tetapi juga menandakan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2021, angka harapan hidup Tangsel tercatat 75,16 tahun, meningkat menjadi 75,40 tahun pada 2022, sebelum akhirnya mencapai rekor tertinggi pada 2023.
Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), perhitungan indikator angka atau umur harapan hidup kini menggunakan data Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020).
Dengan capaian ini, masyarakat Tangerang Selatan memiliki kemampuan bertahan hidup hingga usia 75 atau 76 tahun, salah satu yang tertinggi di Indonesia. (Azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan