Beritabanten.com – Keterlibatan TNI dalam pembangunan kembali menjadi sorotan setelah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan berbagai capaian program strategis kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Rabu (6/8/2026).

Dalam laporannya, TNI telah membangun sekitar 2.500 jembatan desa, hampir 3.000 titik air bersih, menjalankan program listrik masuk desa, serta menyiapkan bakti sosial nasional menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Program tersebut mengingatkan publik pada ABRI Masuk Desa (AMD) di era Orde Baru yang juga melibatkan militer dalam pembangunan jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum. Bedanya, AMD dijalankan dalam konsep dwifungsi ABRI, sedangkan keterlibatan TNI saat ini mengacu pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang TNI.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan kemampuan organisasi TNI yang menjangkau hingga pelosok, didukung mobilitas dan logistik yang kuat, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di berbagai daerah.

Meski dinilai mampu mempercepat pembangunan, sejumlah kalangan mengingatkan agar keterlibatan TNI tetap berada dalam koridor mendukung pemerintah sipil, bukan menggantikan peran kementerian maupun pemerintah daerah.

Karena itu, yang menjadi perhatian bukan sekadar kemiripannya dengan AMD, melainkan bagaimana pemerintah menjaga batas antara fungsi pertahanan dan fungsi sipil agar sinergi pembangunan tetap berjalan sesuai amanat Reformasi dan peraturan perundang-undangan.(Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com