Beritabanren.com – Jarak antara publik yang puas dan tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto kini semakin tipis. Survei nasional yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) untuk periode 5–19 Juli 2026 memperlihatkan perubahan yang cukup mencolok dibandingkan hasil survei pada bulan-bulan sebelumnya.
Dalam survei tersebut, sebanyak 51,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Angka itu terdiri dari 4,8 persen yang mengaku sangat puas dan 46,3 persen cukup puas. Di sisi lain, sebanyak 46,9 persen responden menyatakan kurang puas hingga tidak puas sama sekali, dengan rincian 35 persen kurang puas dan 11,9 persen tidak puas.
Selisih yang hanya terpaut sekitar empat poin persentase menunjukkan bahwa peta opini publik kini tidak lagi didominasi oleh kelompok yang menyatakan puas. Dibandingkan periode sebelumnya, ruang antara kedua kelompok tersebut semakin menyempit.
Jika melihat tren dalam beberapa bulan terakhir, penurunan tingkat kepuasan berlangsung secara bertahap. Pada November 2025, tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo masih berada di angka 81,2 persen. Memasuki awal 2026, angka tersebut turun menjadi 66,4 persen, sebelum kembali menurun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Dalam periode yang sama, tingkat ketidakpuasan bergerak ke arah sebaliknya. Dari sekitar 16 persen pada November 2025, angkanya meningkat hingga mencapai 46,9 persen pada survei terbaru. Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran persepsi publik dalam waktu yang relatif singkat.
Komposisi jawaban responden juga memberikan gambaran tersendiri. Sebagian besar responden yang menyatakan puas berada pada kategori “cukup puas”, sedangkan mereka yang menjawab “sangat puas” hanya mencakup sebagian kecil dari total responden. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan yang tercatat lebih banyak berada pada kategori moderat.
Survei ini tidak mengukur secara langsung faktor yang menyebabkan perubahan persepsi tersebut. Namun, dinamika ekonomi, pelaksanaan program pemerintah, ekspektasi masyarakat, hingga komunikasi kebijakan kerap menjadi faktor yang ikut memengaruhi penilaian publik terhadap kinerja pemerintah.
Secara keseluruhan, hasil survei SMRC memperlihatkan bahwa dukungan terhadap kinerja Presiden Prabowo masih berada di atas angka 50 persen. Namun, meningkatnya ketidakpuasan hingga mendekati separuh responden menjadi perkembangan yang patut dicermati karena menunjukkan perubahan dalam dinamika opini publik dibandingkan survei-survei sebelumnya.
Perkembangan pada survei berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah perubahan ini merupakan fluktuasi sementara atau bagian dari tren yang berlanjut dalam penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan