Beritabanten.com — Berdasarkan data Tempo Data Science periode Desember 2025–Agustus 2026, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.

Tingkat kepuasan yang pada Desember 2025 berada pada angka 75%, kemudian turun menjadi 58% pada Maret 2026, dan kembali menurun hingga 37% pada Agustus 2026. Dengan demikian, terjadi penurunan sebesar 38 poin persentase dalam kurun waktu delapan bulan.

Fenomena tersebut dapat dianalisis melalui teori kepuasan publik (public satisfaction), yang menjelaskan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah terbentuk dari evaluasi masyarakat terhadap kinerja, kebijakan, serta kemampuan pemerintah dalam memenuhi harapan dan kebutuhan publik.

Ketika kinerja pemerintah dipersepsikan sesuai atau melebihi ekspektasi masyarakat, kepuasan cenderung meningkat. Sebaliknya, apabila terdapat kesenjangan antara harapan masyarakat dan kinerja pemerintah yang dirasakan, tingkat kepuasan dapat mengalami penurunan.

Dalam perspektif expectancy-disconfirmation theory, kepuasan masyarakat muncul dari perbandingan antara ekspektasi sebelum menerima atau merasakan kinerja pemerintah dengan pengalaman aktual yang diperoleh.

Penurunan kepuasan dari 75% menjadi 37% dapat mengindikasikan adanya negative disconfirmation, yaitu kondisi ketika kinerja yang dipersepsikan masyarakat berada di bawah ekspektasi mereka. Semakin besar kesenjangan tersebut, semakin besar pula kemungkinan terjadinya ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Selain itu, teori opini publik memandang bahwa sikap masyarakat terhadap pemerintah dapat berubah seiring dengan munculnya informasi, pengalaman, pemberitaan, maupun evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, penurunan kepuasan dalam data tersebut tidak semata-mata menunjukkan perubahan sikap secara spontan, tetapi dapat mencerminkan proses evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan selama periode yang diamati.

Dengan demikian, tren penurunan kepuasan publik dari 75% menjadi 37% menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Berdasarkan teori kepuasan publik dan expectancy-disconfirmation theory, perubahan tersebut dapat dipahami sebagai indikasi meningkatnya kesenjangan antara ekspektasi masyarakat dengan kinerja pemerintah yang dirasakan, meskipun untuk menentukan penyebab pastinya tetap diperlukan data mengenai indikator kinerja, kebijakan, serta faktor sosial-politik yang memengaruhi persepsi masyarakat. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com