Ando dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan mi instan pertama yang dipasarkan secara luas. Gagasannya lahir dari persoalan sederhana tetapi sangat nyata: bagaimana membuat makanan berbahan dasar gandum yang murah, mudah disimpan, cepat dimasak, dan dapat dikonsumsi masyarakat luas.
Lahir dari Masa Sulit Pascaperang
Momofuku Ando mengembangkan gagasan mi instan setelah Perang Dunia II, ketika Jepang menghadapi persoalan serius mengenai ketersediaan pangan.
Pada masa itu, antrean masyarakat untuk mendapatkan makanan berbasis gandum menjadi pemandangan yang umum. Ando melihat bahwa mi dapat menjadi salah satu solusi karena bahan dasarnya relatif sederhana dan masyarakat Jepang sudah memiliki budaya makan mi.
Namun, membuat mi yang dapat bertahan lama sekaligus cepat disiapkan bukan persoalan mudah.
Mi segar memiliki masa simpan pendek. Sementara itu, masyarakat membutuhkan makanan yang praktis, murah dan dapat disimpan dalam waktu lebih lama.
Ando kemudian mulai melakukan berbagai eksperimen di rumahnya di Ikeda, Osaka.
Eksperimen Berbulan-bulan
Pada 1958, setelah melalui berbagai percobaan, Ando berhasil menemukan metode membuat mi yang dapat dikeringkan sekaligus dimasak kembali dengan cepat.
Salah satu terobosan terpentingnya adalah teknik penggorengan cepat atau flash frying. Mi yang telah dibentuk dan dikukus kemudian digoreng dalam minyak panas. Proses tersebut menghilangkan kadar air dari mi dan menciptakan struktur berpori.
Ketika kemudian disiram air panas, air dapat masuk ke dalam pori-pori mi sehingga mi kembali lunak dalam waktu singkat.
Penemuan tersebut menjadi dasar teknologi mi instan modern.
Produk pertama yang lahir dari eksperimen itu adalah Chicken Ramen, yang diluncurkan pada 25 Agustus 1958 oleh perusahaan Ando, Nissin Food Products.
Awalnya, produk tersebut dianggap sebagai makanan baru dengan harga yang relatif lebih mahal dibandingkan mi biasa. Namun kepraktisannya membuat produk tersebut perlahan mendapatkan tempat di masyarakat.
Dari Mi Instan ke Mi dalam Gelas
Ando tidak berhenti pada penemuan mi instan.
Pada 1971, Nissin memperkenalkan Cup Noodles, sebuah inovasi yang mengubah cara mi instan dikonsumsi.
Jika sebelumnya konsumen harus menggunakan mangkuk, Cup Noodles memungkinkan mi dimasak langsung di dalam wadah kemasan. Konsumen cukup membuka tutup, menuangkan air panas, menunggu beberapa menit, lalu makanan siap disantap.
Inovasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan makanan kemasan.
Kemasan bukan lagi sekadar tempat menyimpan produk, tetapi menjadi bagian dari cara memasak dan mengonsumsi makanan.
Mengapa Penemuan Ando Begitu Penting?
Penemuan Momofuku Ando sebenarnya bukan sekadar menciptakan makanan praktis.
Ia berhasil menggabungkan beberapa kebutuhan sekaligus: daya simpan, kecepatan memasak, kemudahan distribusi dan kemudahan konsumsi.
Konsep tersebut kemudian memungkinkan mi instan diproduksi dalam jumlah besar dan didistribusikan ke berbagai wilayah.
Dalam perkembangannya, teknologi mi instan menyebar ke berbagai negara. Setiap negara kemudian mengembangkan rasa, bahan tambahan dan cara penyajian yang sesuai dengan budaya makan masing-masing.
Mi instan akhirnya tidak lagi identik dengan Jepang. Ia menjadi produk global dengan ribuan variasi rasa.
Dari Jepang Menyebar ke Dunia
Kesuksesan Chicken Ramen dan Cup Noodles membuka jalan bagi industri mi instan dalam skala internasional.
Mi instan kemudian berkembang pesat di Asia dan menyebar ke berbagai belahan dunia. Produk ini memiliki keunggulan yang sangat cocok dengan kehidupan masyarakat modern: mudah dibawa, tidak membutuhkan lemari pendingin, dapat disimpan dalam waktu lama dan relatif cepat disajikan.
Indonesia kemudian menjadi salah satu negara dengan budaya konsumsi mi instan yang sangat kuat. Berbagai produsen mengembangkan produk dengan cita rasa lokal, mulai dari mi goreng, rendang, soto, kari hingga berbagai varian pedas.
Mi instan pun berkembang dari sekadar makanan darurat menjadi bagian dari budaya kuliner sehari-hari.
Warisan Seorang Penemu
Momofuku Ando meninggal dunia pada 2007 dalam usia 96 tahun. Namun penemuannya terus hidup melalui industri makanan yang berkembang di berbagai negara.
Warisan Ando bukan hanya sebuah merek atau satu jenis makanan. Ia meninggalkan sebuah konsep: makanan dapat dibuat lebih praktis tanpa harus kehilangan kemampuan untuk diproduksi secara massal dan didistribusikan secara luas.
Perjalanan mi instan juga menunjukkan bagaimana sebuah inovasi dapat lahir dari persoalan sederhana.
Ando melihat masyarakat membutuhkan makanan yang mudah diperoleh dan cepat disiapkan. Dari persoalan tersebut lahir eksperimen panjang yang kemudian mengubah kebiasaan makan jutaan orang.
Hari ini, ketika seseorang membuka bungkus mi instan, menuangkan bumbu, menyiram air panas dan menunggu beberapa menit, proses itu sebenarnya merupakan bagian dari sejarah inovasi pangan yang dimulai lebih dari enam dekade lalu.
Mi kemasan yang begitu sederhana ternyata menyimpan cerita tentang krisis pangan, eksperimen teknologi, kewirausahaan dan perubahan gaya hidup.
Dan di balik sejarah panjang tersebut, nama Momofuku Ando tetap menjadi salah satu tokoh paling penting dalam perjalanan lahirnya mi instan modern. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan