Beritabanten.com — Nama Ulta Levenia Nababan menjadi sorotan setelah unggahannya di Instagram pada Senin, 7 September 2026, yang mempertanyakan keterkaitan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok dan erupsi enam gunung api di Indonesia.

Dalam unggahannya, Ulta juga menyinggung HAARP dan kemungkinan adanya keterkaitan dengan aktivitas vulkanik tersebut, meskipun ia sendiri mengakui tidak memiliki bukti ilmiah yang kredibel.

Pernyataan itu kemudian mendapat bantahan dari kalangan akademisi vulkanologi UGM dan sejumlah pakar geologi. Para ahli menegaskan bahwa aktivitas gunung api memiliki penjelasan berdasarkan proses dan dinamika geologi, sehingga tidak ada dasar ilmiah kredibel untuk mengaitkan erupsi tersebut dengan HAARP maupun pertemuan politik Prabowo–Putin.

Sehari setelahnya, Kamis, 10 September 2026, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan penegasan bahwa Ulta sudah tidak lagi menjadi bagian dari KSP.

Dudung memastikan Ulta memang pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama KSP, tetapi kini sudah tidak berada di lingkungan KSP. Ia juga menegaskan bahwa pandangan pribadi Ulta di media sosial tidak mewakili sikap resmi KSP maupun pemerintah.

Namun, penting dicatat: dari keterangan KSP tersebut tidak disebutkan kapan tepatnya Ulta diberhentikan atau apakah keluarnya dari KSP merupakan akibat langsung dari unggahan 7 September.

Yang dipastikan KSP pada 10 September 2026 adalah: Ulta sudah bukan bagian dari KSP.

Jadi, bukan soal membenarkan atau menyalahkan teori tertentu. Yang jelas, KSP sudah menarik garis tegas bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi dan bukan sikap pemerintah. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com