Beritabanten.com – Sebanyak 162 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat dampak musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat ratusan warga terdampak krisis air bersih dan membutuhkan bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, mengatakan jumlah warga terdampak hingga Minggu (26/7/2026) mencapai 162 KK. Sementara itu, total air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat mencapai sekitar 73.100 liter.
“Jumlah total terdampak hingga hari ini sebanyak 162 KK. Sedangkan jumlah air bersih terdistribusi sekitar 73.100 liter,” ujar Essa dalam keterangannya di Tangerang.
Menurut Essa, warga terdampak tersebar di sejumlah wilayah permukiman, di antaranya RT 02/01, RT 04/02, RT 01/02, RT 13/05, RT 03/01, RT 06/02, RT 12/05, serta RT 05/02 Kelurahan Keranggan.
Untuk penanganan sementara, BPBD Tangsel melakukan pendistribusian air bersih ke beberapa titik prioritas, yakni RT 001 RW 01, RT 012 RW 05, RT 004 RW 02, RT 005 RW 02, serta RT 006 RW 02.
Pemerintah daerah kemudian menambah pasokan air bersih sebanyak 18.050 liter guna memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Dalam upaya penanganan tersebut, BPBD Tangsel mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti PDAM Tirta Traya Cisadane Serpong, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), serta PT Sinar Mas Land BSD.
Distribusi air dilakukan menggunakan beberapa kendaraan tangki, di antaranya truk tangki air Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangerang Selatan berkapasitas 4.000 liter, kendaraan BBWSCC berkapasitas 8.000 liter, truk tangki PT Sinar Mas Land BSD berkapasitas 5.000 liter, serta mobil pick up toren PMI Tangerang Selatan dengan kapasitas 1.050 liter.
Sebelumnya, wilayah terdampak kekeringan di Kelurahan Keranggan terus meluas. Dari awalnya hanya tiga titik, kini jumlah lokasi yang mengalami krisis air bersih bertambah menjadi empat titik.
BPBD Tangsel sebelumnya telah menyalurkan bantuan air ke sejumlah lokasi, yaitu RT 02/RW 01, RT 04/RW 02, RT 11/RW 04, dan RT 13/RW 05 Kelurahan Keranggan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat musim kemarau panjang dapat meningkatkan risiko keterbatasan akses air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah yang bergantung pada sumber air dengan debit yang menurun.
BPBD Tangsel memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan