Beritabanten.com – Di tengah padatnya kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Musala At Taqwa bukan sekadar tempat warga menunaikan ibadah. Di tempat ini, masyarakat berkumpul, menjalin silaturahmi, hingga menjalankan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.
Seiring perjalanan waktu, kebutuhan untuk memperbaiki dan menata kembali fasilitas musala menjadi harapan bagi masyarakat sekitar. Renovasi diharapkan dapat menghadirkan ruang ibadah yang lebih nyaman sekaligus memperkuat peran musala sebagai pusat kegiatan warga.
Harapan tersebut mulai menemukan jalan setelah PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) menyalurkan infak perusahaan sebesar Rp40 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung renovasi Musala At Taqwa melalui Program Musala Berseri.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah ibadah. BAZNAS RI juga mendorong agar musala dapat menjadi ruang yang lebih hidup, tempat masyarakat mendapatkan manfaat melalui kegiatan pembinaan umat, pendidikan, dan pemberdayaan sosial.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan, kepercayaan yang diberikan TIKI menjadi bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung kemaslahatan masyarakat.
“Alhamdulillah, terima kasih untuk TIKI yang telah menitipkan amanah zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Kami akan mengoptimalkan amanah ini untuk kepentingan umat sesuai harapan TIKI, yakni merenovasi musala. Insya Allah kami akan mewujudkannya,” ujar Rizaludin di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurut Rizaludin, rumah ibadah memiliki peran yang lebih luas dari sekadar tempat pelaksanaan ibadah. Musala juga dapat menjadi ruang interaksi sosial dan tempat tumbuhnya berbagai kegiatan positif masyarakat.
Melalui Program Musala Berseri, BAZNAS RI berharap keberadaan rumah ibadah dapat semakin memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.
“Melalui Program Musala Berseri, kami berharap rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat melaksanakan salat, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Semoga infak yang diberikan TIKI menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya,” katanya.
Rizaludin berharap langkah TIKI dapat mendorong lebih banyak perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS RI.
“Semakin banyak yang membantu, semakin banyak juga masyarakat yang membutuhkan bisa ditolong dan diberdayakan menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.
Bagi TIKI, dukungan terhadap renovasi Musala At Taqwa merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya berbagi. Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti mengatakan, pihaknya memilih BAZNAS RI sebagai mitra karena memiliki pengalaman dan jaringan dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
“Kami percaya rumah ibadah memiliki peran penting, bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, pendidikan, dan kegiatan sosial masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,” ujar Yulina.
Kolaborasi antara TIKI dan BAZNAS RI sendiri telah berlangsung dalam berbagai program sosial. Selain menyalurkan infak perusahaan, TIKI juga berperan sebagai mitra logistik kelembagaan BAZNAS RI untuk mendukung distribusi bantuan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Sebagai perusahaan jasa logistik yang berdiri sejak 1970, TIKI turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial. Pada 2022, TIKI menyalurkan infak perusahaan sebesar Rp175 juta melalui BAZNAS RI untuk mendukung sejumlah program kemaslahatan.
Atas kontribusi tersebut, TIKI memperoleh penghargaan BAZNAS Award 2023 sebagai Perusahaan dengan Program Sosial DSKL Terbaik. Penghargaan itu menjadi apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendukung pengelolaan dana sosial keagamaan.
Kini, renovasi Musala At Taqwa menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan ruang ibadah yang lebih layak bagi masyarakat Kebon Kosong. Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, upaya ini diharapkan menjadi langkah untuk menjaga musala tetap menjadi ruang yang dekat dengan kehidupan warga. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan