Beritabanten.com — Kabar duka menyelimuti masyarakat Karawang dan dunia dakwah Islam setelah KH Asep Mubarok atau yang akrab disapa Bah Jirok dikabarkan wafat pada Ahad, 12 Juli 2026.
Almarhum dikenal sebagai ulama dan dai asal Karawang yang selama hidupnya aktif dalam kegiatan keagamaan serta pendidikan Islam. KH Asep Mubarok merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Burdah, Karawang, yang menjadi tempat pembinaan para santri dan masyarakat sekitar.
Kabar wafatnya Bah Jirok menyebar luas melalui berbagai pesan dan media sosial. Kepergian beliau mendapat perhatian dari para santri, alumni pesantren, tokoh agama, jamaah pengajian, serta masyarakat yang pernah mengenal dan mengikuti dakwahnya.
Semasa hidup, KH Asep Mubarok dikenal sebagai sosok yang aktif menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui pengajian dan dakwah di berbagai daerah. Ceramahnya yang sederhana, santun, dan mudah dipahami membuat beliau memiliki kedekatan dengan banyak kalangan.
Dakwah yang disampaikan Bah Jirok tidak hanya berisi tentang ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan, menjaga hubungan sosial, memperkuat persaudaraan, serta pentingnya membangun akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi para santri dan jamaahnya, KH Asep Mubarok bukan hanya seorang pendakwah, tetapi juga seorang guru yang memberikan bimbingan keagamaan dan keteladanan melalui sikap sederhana serta konsistensinya dalam mengabdi kepada masyarakat.
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Burdah dan masyarakat Karawang. Para pelayat mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan doa bagi almarhum.
Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf apabila selama hidup KH Asep Mubarok memiliki kesalahan maupun kekhilafan. Masyarakat juga diajak untuk mendoakan agar seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau diterima oleh Allah SWT.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan KH Asep Mubarok, menerima seluruh amal kebaikannya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga, para santri, dan seluruh jamaah yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini.
Meski telah berpulang, ilmu, nasihat, dan perjuangan dakwah Bah Jirok diharapkan tetap menjadi warisan yang terus dilanjutkan oleh para santri dan generasi penerusnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan