Beritabanten.com.– Perjalanan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi perhatian setelah Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Edi Sampurno, menyampaikan sejumlah catatan mengenai pengelolaan koperasi tersebut. Berbagai hal mulai dari tata kelola, sistem usaha, hingga kesejahteraan pegawai menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian agar koperasi dapat berjalan secara optimal.
Menurut Edi Sampurno, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sebagai program yang bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat desa perlu didukung dengan sistem pengelolaan yang matang. Koperasi tidak hanya membutuhkan tempat usaha, tetapi juga strategi bisnis yang mampu menjaga keberlangsungan operasional.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikannya, omzet harian salah satu gerai Koperasi Desa Merah Putih diperkirakan masih berada pada kisaran Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi karena koperasi juga memiliki berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pengadaan barang, biaya listrik, kebutuhan harian, hingga pembayaran tenaga kerja.
Selain persoalan omzet, Edi juga menyoroti kondisi kesejahteraan pegawai koperasi. Ia menyampaikan adanya informasi mengenai perbedaan jumlah pembayaran yang diterima oleh para pekerja, mulai dari nominal sekitar Rp76 ribu hingga Rp1,2 juta sampai Rp1,4 juta. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, masih terdapat pegawai yang belum menerima pembayaran.
Ia berharap adanya penjelasan dan evaluasi dari pihak pengelola agar sistem pengelolaan koperasi dapat berjalan secara terbuka dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.
Sebagai program yang masuk dalam kategori Program Strategis Nasional dan didukung melalui alokasi Dana Desa, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, tata kelola, model bisnis, serta sistem operasional menjadi faktor penting agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pernyataan Kepala Desa Campurejo tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Sejumlah pihak berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan koperasi, mulai dari mekanisme usaha, pembiayaan, hingga pola pengelolaan sumber daya manusia.
Bagi masyarakat, keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya dilihat dari berdirinya bangunan atau tersedianya fasilitas usaha, tetapi juga dari kemampuan koperasi dalam memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi warga desa.
Masyarakat kini menantikan penjelasan dari pihak pengelola maupun pemerintah terkait kondisi operasional Koperasi Desa Merah Putih serta langkah perbaikan yang akan dilakukan agar program tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal pembentukannya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan