Beritabanten.com – Malam itu langit Ciledug terasa berbeda. Cahaya lampu menyinari Stadion Mini Sudimara Barat, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an yang selama beberapa hari menggema akhirnya bermuara pada satu momen yang paling dinantikan. Ribuan pasang mata menyaksikan dengan haru ketika nama Kecamatan Ciledug diumumkan sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV Kota Tangerang Tahun 2026.
Bukan sekadar kemenangan sebuah kecamatan. Gelar itu menjadi simbol lahirnya generasi yang tumbuh bersama Al-Qur’an, dibina dengan kesungguhan, dan ditempa melalui disiplin yang panjang.
Sorak bahagia pecah ketika hasil keputusan Dewan Hakim dibacakan. Ciledug mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 545 poin, meninggalkan Kecamatan Batuceper di posisi kedua dengan 384 poin dan Kecamatan Cipondoh di peringkat ketiga dengan 374 poin.
Sebagai tuan rumah, Ciledug bukan hanya berhasil menyelenggarakan MTQ dengan meriah, tetapi juga membuktikan kualitas para kafilahnya di hampir seluruh cabang perlombaan. Prestasi itu lahir bukan dalam semalam, melainkan dari proses panjang pembinaan yang melibatkan pelatih, orang tua, guru, hingga masyarakat.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan MTQ XXV berlangsung lancar dan sukses sekaligus meninggalkan kebanggaan bagi Kota Tangerang karena melahirkan para qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang siap bersaing di jenjang lebih tinggi.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Kecamatan Ciledug yang dinilai mampu menjalankan dua amanah sekaligus, yakni menjadi tuan rumah yang baik dan meraih predikat juara umum.
Di balik piala yang terangkat ke atas panggung, ada ribuan jam latihan yang mungkin tidak pernah terlihat. Ada anak-anak yang memilih mengulang hafalan ketika teman seusianya bermain, ada pelatih yang sabar membimbing makhraj demi makhraj, dan ada keluarga yang tak pernah lelah mengiringi langkah mereka dengan doa.
Camat Ciledug Ayi Nuryadin menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen yang terlibat dalam pembinaan peserta MTQ. Menurutnya, capaian sebagai juara umum menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi Qur’ani di wilayahnya.
Namun kemenangan itu bukanlah garis akhir. Justru dari panggung MTQ inilah perjalanan baru dimulai. Para juara akan dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Banten hingga nasional dengan harapan mampu mengharumkan nama Kota Tangerang.
MTQ sendiri bukan sekadar perlombaan mencari siapa yang paling merdu melantunkan ayat suci. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an, membangun karakter, memperkuat akhlak, sekaligus melahirkan generasi yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman kehidupan.
Ketika lampu stadion mulai padam dan para peserta kembali ke rumah masing-masing, satu hal tetap tinggal di hati masyarakat. Bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang piala yang dibawa pulang, melainkan ketika Al-Qur’an berhasil hidup dalam keseharian generasi muda.
Malam penutupan MTQ XXV mungkin telah usai. Namun semangat yang lahir dari Ciledug diharapkan terus menyala, menerangi Kota Tangerang dengan cahaya Al-Qur’an yang tak pernah padam. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan