Beritabanten.com – Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, Kabupaten Serang memilih bergerak dengan cara sederhana namun bermakna: menanam pohon.

Bukan sekadar seremoni, penanaman 500 bibit pohon di kawasan Bendungan Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Di lokasi yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat itu, Pemerintah Kabupaten Serang menanam harapan tentang masa depan bumi yang lebih hijau, udara yang lebih sehat, dan lingkungan yang tetap lestari bagi generasi mendatang.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang.

Tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak lagi bisa ditunda. Perubahan iklim telah menjadi tantangan bersama yang membutuhkan langkah nyata, bukan hanya sekadar wacana.

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menegaskan, Pemkab Serang memiliki komitmen kuat menjaga keseimbangan alam dan memastikan ekosistem tetap terjaga.

“Bumi yang kita wariskan nanti harus lebih hijau, lebih asri, dan kualitas udaranya lebih baik dari hari ini,” ujar Najib.

Menurutnya, menjaga lingkungan harus dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menanam pohon, mengelola sampah dengan baik, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan bentuk kepedulian yang dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang.

Sebab, kerusakan lingkungan tidak terjadi dalam satu malam. Begitu pula dengan upaya memperbaikinya, membutuhkan kesadaran dan kerja bersama.

“Kalau kita ingin lingkungan tetap bersih dan sehat, maka harus dimulai dari diri sendiri. Rajin menanam, tidak membuang sampah sembarangan, mengelola sampah dari hulu hingga hilir, serta menjaga kolaborasi agar udara yang kita hirup tetap sehat,” katanya.

Selain menanam 500 pohon, Pemkab Serang juga melakukan penebaran 500 bibit ikan di Bendungan Sindangheula. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem air sekaligus memperkuat fungsi lingkungan di kawasan tersebut.

Bendungan Sindangheula dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini menjadi simbol penting hubungan manusia dengan alam. Air, tanah, pepohonan, dan kehidupan masyarakat saling berkaitan dalam satu ekosistem yang harus dijaga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sahrudin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian program lingkungan yang telah dilakukan selama dua bulan.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari aksi bersih-bersih lingkungan setiap Jumat bersama organisasi perangkat daerah, kecamatan, dan desa, penanaman mangrove di kawasan pesisir Lontar dan Pulau Panjang, hingga edukasi lingkungan bagi pelajar.

Menurutnya, membangun kesadaran lingkungan harus dimulai sejak dini. Karena itu, edukasi kepada anak-anak menjadi bagian penting agar generasi muda memahami pentingnya menjaga bumi.

“Penanaman pohon merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap lingkungan. Kita ingin mengajak seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha bersama-sama menjaga iklim,” ujar Sahrudin.

Bagi Kabupaten Serang, penghijauan bukan hanya tentang menanam pohon hari ini. Lebih jauh, ini adalah investasi kehidupan untuk masa depan.

Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol harapan. Setiap bibit ikan yang dilepas menjadi tanda bahwa alam harus diberi kesempatan untuk kembali seimbang.

Di bawah langit Sindangheula, Kabupaten Serang sedang menulis cerita baru: bahwa pembangunan tidak hanya tentang gedung, jalan, dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga bumi agar tetap mampu menjadi rumah bagi manusia.

Karena warisan terbesar bukan hanya apa yang dibangun hari ini, melainkan lingkungan seperti apa yang akan diberikan kepada anak cucu nanti. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com