Beritabanten.com – Di balik angka ratusan miliar rupiah yang terkumpul, terdapat ribuan cerita tentang kepedulian dan solidaritas masyarakat. Sepanjang semester pertama 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp267,8 miliar.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat terus tumbuh. Dari target pengumpulan sebesar Rp273,7 miliar, realisasi hingga Januari-Juni 2026 telah mencapai sekitar 98 persen.
Ketua BAZNAS Kota Tangerang Aslie Elhusyairy menyampaikan apresiasi kepada para muzaki, Pemerintah Kota Tangerang, serta seluruh pihak yang telah mempercayakan penyaluran zakat melalui lembaga resmi tersebut.
Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan Laporan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) Kota Tangerang, capaian tersebut berasal dari berbagai sumber. Zakat fitrah menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp7,8 miliar, disusul zakat mal sebesar Rp3,3 miliar, infak Rp3,9 miliar, serta dana kurban sebesar Rp1,47 miliar.
Namun, di balik capaian besar tersebut, masih terdapat potensi zakat yang sangat luas untuk dikembangkan. BAZNAS Kota Tangerang mencatat potensi zakat yang belum tergali masih mencapai sekitar Rp2,2 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa peluang penguatan ekonomi masyarakat melalui zakat masih sangat besar. Saat ini, tingkat realisasi penyerapan zakat baru mencapai sekitar 12,1 persen dari total potensi yang diperkirakan.
Bagi BAZNAS Kota Tangerang, zakat bukan hanya tentang penyaluran bantuan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Dana yang terkumpul telah disalurkan untuk berbagai program, mulai dari pengentasan kemiskinan, bantuan pendidikan, hingga penguatan ekonomi bagi para mustahik.
Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 29.484 orang telah menerima manfaat dari berbagai program yang dijalankan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas, tidak hanya membantu kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka peluang menuju kemandirian ekonomi.
Pengelolaan zakat yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga sosial keagamaan memiliki peran penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, zakat hadir sebagai salah satu kekuatan sosial yang mampu memperkuat jaring pengaman sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan.
Ke depan, BAZNAS Kota Tangerang terus mengajak masyarakat, organisasi, dan berbagai lembaga untuk memperkuat gerakan zakat melalui kanal resmi. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin besar pula peluang zakat menjadi kekuatan pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Capaian Rp267,8 miliar bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi menjadi simbol bahwa kepedulian masyarakat dapat berubah menjadi energi nyata untuk membantu sesama dan membangun Kota Tangerang yang lebih inklusif. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan