Beritabanten.com – Musim kemarau yang terus berlangsung mengubah rutinitas warga di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Air bersih yang biasanya mudah didapat kini menjadi barang berharga. Sebagian warga bahkan harus membatasi penggunaan air demi memenuhi kebutuhan paling mendasar.

Kondisi itu dialami sedikitnya 310 kepala keluarga di Lingkungan Gunung Batur 1 dan Gunung Batur 2. Menurunnya debit sumber air membuat warga kesulitan memperoleh pasokan untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di tengah situasi tersebut, Dompet Dhuafa Banten menyalurkan 8.000 liter air bersih melalui Program Sedekah Air untuk Kehidupan pada Rabu (29/7/2026). Bantuan itu dibagikan kepada 185 kepala keluarga di Gunung Batur 1 dan 125 kepala keluarga di Gunung Batur 2.

Bagi warga, truk tangki yang datang membawa air bersih bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi harapan di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Lina, warga Gunung Batur 2, mengatakan selama ini masyarakat hanya mengandalkan aliran sungai yang kini debitnya terus menyusut. Akibatnya, pengambilan air harus dibatasi agar kebutuhan seluruh warga tetap terpenuhi.

“Biasanya mengambil air di sungai, tetapi sekarang airnya semakin sedikit karena kemarau, jadi harus dibatasi,” ujarnya, dilihat di  RRI, Sabtu 1 Juli 2026

Di Gunung Batur 1, persoalannya bahkan lebih berat. Kepala Lingkungan Gunung Batur 1, Mad Rifai, mengatakan wilayahnya tidak memiliki sumur maupun sumber air yang dapat diandalkan. Ketika kemarau datang, warga nyaris tidak memiliki pilihan selain menunggu bantuan air bersih.

“Saat ini masyarakat kami sangat membutuhkan air bersih karena musim kemarau yang panjang. Di wilayah kami tidak ada sumur maupun sumber air yang mencukupi,” katanya.

Menurut Rifai, bantuan dari para donatur menjadi penopang utama agar aktivitas masyarakat tetap berjalan. Tanpa bantuan tersebut, warga harus mencari sumber air ke wilayah lain dengan jarak yang lebih jauh.

Seksi Pemerintahan Kelurahan Mekarsari, Rifky, mengapresiasi kepedulian Dompet Dhuafa Banten yang dinilai mampu meringankan beban masyarakat di tengah krisis air bersih. Ia berharap kolaborasi serupa terus berlanjut selama musim kemarau masih melanda.

Sementara itu, perwakilan Dompet Dhuafa Banten, Fahmi, berharap bantuan air bersih yang disalurkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program Sedekah Air untuk Kehidupan, kata dia, akan terus diupayakan melalui dukungan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari para donatur untuk menjangkau lebih banyak wilayah yang terdampak kekeringan.

Bagi ratusan warga Mekarsari, setetes air bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga. Di tengah kemarau yang berkepanjangan, air telah menjadi harapan yang menentukan bagaimana mereka menjalani hari demi hari. (Rez)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com