Beritabanten.com — Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun pertama pengembangannya di kawasan BSD, Kabupaten Tangerang, investasi yang terealisasi telah mencapai Rp1,9 triliun dan menyerap sekitar 1.773 tenaga kerja.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu perhatian Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau kawasan KEK ETKI Banten, Senin (14/9/2026).

KEK ETKI merupakan salah satu dari dua Kawasan Ekonomi Khusus di Provinsi Banten. Berbeda dengan KEK Tanjung Lesung yang berorientasi pada sektor pariwisata, KEK ETKI dikembangkan dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, serta teknologi digital.

Dalam 20 tahun mendatang, nilai investasi kawasan ini diproyeksikan mencapai Rp18 triliun, sedangkan target investasi dalam lima tahun ke depan diperkirakan hampir Rp6 triliun.

“Harapan kita, keberadaan KEK ini mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat Banten,” ujar Andra.

Saat ini, sebanyak 29 tenant telah beroperasi maupun tengah membangun fasilitas di dalam kawasan. Secara keseluruhan, progres pembangunan kawasan telah mencapai sekitar 50 persen, terutama di sisi timur.

Sektor kesehatan menjadi salah satu daya tarik utama investasi. Sejumlah layanan yang telah hadir meliputi IVF atau bayi tabung, klinik kecantikan dan estetika, klinik onkologi, serta laboratorium genetik.

Selain kesehatan, KEK ETKI juga diarahkan menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi, termasuk untuk pembangunan fasilitas data center.

Namun, pengembangan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industri juga menjadi bagian penting.

Untuk itu, Pemprov Banten bekerja sama dengan pengelola KEK ETKI dalam memperluas akses pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Salah satunya melalui beasiswa pendidikan vokasi di Fuji Academy bagi 20 anak asal Banten yang diproyeksikan memiliki peluang berkarier di Jepang.

“Kami telah membangun kerja sama dengan pihak pengelola. Mereka memfasilitasi anak-anak Banten agar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di sini,” jelas Andra.

Pengembangan KEK ETKI Banten diharapkan tidak hanya meningkatkan investasi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga memperkuat keterampilan SDM lokal sehingga manfaat pertumbuhan kawasan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Banten. (Red)fal

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com