BERITABANTEN.COM — Gerakan perempuan di Banten didorong naik kelas. Bukan hanya aktif dalam organisasi, tetapi mampu membangun kekuatan bersama untuk memperkokoh ketahanan keluarga dan menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.

 

Pesan tersebut disampaikan Dr. Endang Purwataningsih, M.Pd., dari BKOW Banten, dalam Seminar Kebangsaan dan Sekolah Politik Perempuan yang digelar Wanita Islam (WI) Banten di Pusdiklat Kementerian Agama RI, Ciputat, 12–14 September 2026.

 

Di hadapan sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah Banten, Endang menekankan pentingnya menggerakkan jaringan organisasi perempuan. Menurutnya, kekuatan perempuan akan jauh lebih besar jika berbagai organisasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun sinergi dan kolaborasi.

 

Ia secara khusus mendorong WI Banten untuk bersinergi dengan organisasi-organisasi perempuan yang ada di Banten, sehingga berbagai program pemberdayaan dapat saling menguatkan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

 

“Organisasi perempuan harus bergerak bersama. Sinergi menjadi kekuatan untuk memperkuat keluarga dan masyarakat Banten,” menjadi pesan utama yang mengemuka dalam paparannya.

 

Endang menilai keluarga merupakan fondasi penting pembangunan. Karena itu, penguatan perempuan harus berjalan beriringan dengan upaya membangun keluarga yang tangguh, berkualitas, dan mampu menghadapi berbagai perubahan sosial.

 

Sementara itu, Ketua WI Banten Dr. Nurismalatri menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi perempuan. Sekolah Politik Perempuan diharapkan menjadi ruang kaderisasi untuk melahirkan perempuan Banten yang berani tampil sebagai pemimpin dan ikut menentukan kebijakan publik.

 

Konsultan politik Veri Muhlis Arifuzzaman juga mengingatkan bahwa perempuan tidak cukup hanya menjadi sasaran kebijakan. Perempuan harus hadir sebagai pengambil keputusan. Menurutnya, kuota 30 persen keterwakilan perempuan merupakan pintu masuk, bukan tujuan akhir.

 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM, Muhammad Isnur, S.Ag., M.H., dan Hj. Himmatul Aliyah.

 

Dari forum tersebut menguat satu pesan: perempuan Banten harus berhenti berjalan sendiri-sendiri. Saat jaringan organisasi perempuan bersatu, kekuatannya bukan hanya untuk memberdayakan perempuan, tetapi juga menentukan masa depan keluarga dan masyarakat Banten.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com