Beritabanten.com – Kemarau panjang yang berlangsung sekitar lima bulan mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebanyak 24 ribu jiwa atau sekitar 6.300 kepala keluarga di 42 desa yang tersebar di 15 kecamatan terdampak kekeringan.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sejumlah sumur dan sumber air milik warga mulai mengering akibat minimnya hujan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, wilayah yang terdampak kini mencapai 15 kecamatan dengan tingkat kekeringan yang cukup serius.
“Data per hari ini ada sekitar 24 ribu jiwa atau sekitar 6.300 kepala keluarga di 42 desa yang ada di 15 kecamatan terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar Riza saat meninjau penyaluran air bersih di Kecamatan Karangtanjung, Jumat (21/8/2026).
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui BPBD-PK terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 313 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat.
Air tersebut digunakan warga untuk berbagai kebutuhan dasar, mulai dari minum, memasak hingga sanitasi.
Riza mengimbau masyarakat agar menggunakan bantuan air bersih secara bijak mengingat musim kemarau masih berlangsung dan kebutuhan warga cukup tinggi.
“Total air bersih yang sudah kami salurkan sebanyak 313 ribu liter untuk membantu warga yang kesulitan air bersih. Saya mengimbau juga untuk masyarakat agar dapat memanfaatkan air bersih dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Krisis air bersih juga dirasakan warga Kampung Kadu Kupa, Kecamatan Karangtanjung. Sumur yang selama ini menjadi sumber utama air warga mulai mengering sehingga masyarakat harus menunggu bantuan pemerintah.
“Alhamdulillah hari ini ada bantuan air bersih dari pemda, kami sangat terbantu. Karena sumur kami sudah kering dan air bersih juga sulit didapat,” ungkap Supri, warga Kampung Kadu Kupa.
Warga berharap distribusi air bersih terus dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau. Mereka khawatir kondisi akan semakin sulit apabila hujan belum juga turun dalam waktu dekat.
Kekeringan yang meluas ini menjadi pengingat bahwa air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi kebutuhan dasar yang sangat menentukan keberlangsungan hidup masyarakat di tengah tekanan musim kemarau panjang.(Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan