Beritabanten.com – Atraksi terjun payung prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Senin 17 Agustus 2026, menjadi salah satu pertunjukan yang menarik perhatian publik.
Atraksi tersebut mencatat rekor MURI melalui Canopy Formation Side by Side dengan bentangan Bendera Merah Putih berukuran 12 x 8 meter. Namun, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada aksi terjun payung dan bendera Merah Putih.
Publik juga menyoroti bentangan bendera lain yang menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto. Penggunaan foto Presiden dalam rangkaian atraksi kenegaraan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial.
Sebagian masyarakat mempertanyakan alasan foto Presiden ditampilkan dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan. Menurut pandangan tersebut, momentum HUT Kemerdekaan seharusnya lebih menonjolkan simbol negara seperti Bendera Merah Putih, Garuda Pancasila, dan sejarah perjuangan bangsa dibandingkan figur seorang pemimpin.
Di sisi lain, terdapat pula pandangan bahwa Presiden merupakan kepala negara sehingga penampilan fotonya dalam acara kenegaraan dapat dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi kepresidenan.
Sampai munculnya perdebatan tersebut, belum terdapat penjelasan resmi mengenai apakah penggunaan foto Presiden merupakan bagian dari konsep acara yang telah disetujui atau merupakan inisiatif dari pelaksana atraksi.
Dalam perspektif komunikasi politik, penggunaan simbol dalam acara kenegaraan memiliki makna yang kuat karena dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap pesan yang ingin disampaikan.
Murray Edelman dalam The Symbolic Uses of Politics menjelaskan bahwa simbol politik tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga dapat menyampaikan pesan mengenai nilai, identitas, serta hubungan antara negara dan masyarakat.
Karena itu, simbol yang ditampilkan dalam sebuah seremoni kenegaraan dapat menghasilkan penafsiran yang berbeda di tengah masyarakat. Sebuah simbol yang dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin dapat dipahami berbeda apabila ditempatkan dalam momentum yang secara historis lebih menonjolkan identitas dan simbol negara.
Persoalan tersebut juga dapat dilihat melalui konsep political personalization atau personalisasi politik. Konsep ini menjelaskan kecenderungan perhatian publik terhadap institusi politik yang semakin berpusat pada figur pemimpin.
Dalam konteks acara kenegaraan, tampilnya sosok Presiden secara dominan dapat dipahami sebagai representasi kepemimpinan negara. Namun, pada saat yang sama, sebagian masyarakat dapat melihatnya sebagai bentuk personifikasi negara pada diri seorang individu.
Perbedaan cara pandang tersebut kemudian dapat memunculkan perdebatan mengenai batas antara simbol kepemimpinan dan simbol kenegaraan.
Dalam peringatan Hari Kemerdekaan, persoalan tersebut menjadi semakin sensitif karena momentum tersebut pada dasarnya merupakan perayaan milik seluruh bangsa Indonesia.
Hari Kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan yang sedang berkuasa, tetapi juga sejarah perjuangan, persatuan, dan identitas nasional yang melampaui pergantian kepemimpinan.
Karena itu, setiap unsur visual dalam acara kenegaraan perlu dipertimbangkan secara matang. Apabila figur Presiden ditampilkan sebagai bagian dari sebuah atraksi atau seremoni, penjelasan mengenai tujuan dan konsep penggunaan simbol tersebut menjadi penting agar masyarakat dapat memahami konteksnya.
Dengan demikian, perdebatan mengenai foto Presiden dalam atraksi HUT ke-81 Kemerdekaan bukan semata persoalan mengenai boleh atau tidaknya menampilkan figur kepala negara. Persoalan yang lebih luas adalah bagaimana simbol kepemimpinan ditempatkan dalam sebuah perayaan yang memiliki makna nasional.
Pada akhirnya, penyelenggaraan acara kenegaraan perlu memastikan bahwa berbagai simbol yang digunakan tetap memperkuat makna kemerdekaan, persatuan, dan identitas bangsa, bukan justru mengalihkan perhatian publik dari pesan utama peringatan Hari Kemerdekaan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan