Beritabanten.com – Ada tempat yang selama ini hanya dipandang sebagai genangan air, tetapi perlahan sedang disiapkan menjadi ruang kehidupan baru. Situ Cikedal di Kabupaten Pandeglang kini mulai ditata Pemerintah Provinsi Banten.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), kawasan Situ Cikedal mendapat sentuhan pembangunan dengan anggaran Rp9,7 miliar dari APBD Banten 2026. Penataan ini bukan sekadar mempercantik tepian situ, tetapi menjadi langkah awal mengubah kawasan yang sebelumnya terkesan kumuh menjadi ruang terbuka hijau sekaligus calon destinasi wisata.

Pembangunan dilakukan bertahap, terutama pada kawasan sempadan situ. Pemerintah menyadari, mengubah wajah sebuah kawasan tidak bisa dilakukan dalam semalam. Namun, dari langkah awal inilah harapan baru mulai dibangun.

Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan penataan Situ Cikedal telah melalui kajian mengenai manfaat kawasan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Pembangunan lahan Situ Cikedal, jadi itu masuknya ke lahan Situ Cikedal, jadi kita bangun sempadannya. Kita lakukan secara bertahap dulu,” ujar Arlan, Senin (10/8/2026).

Menurut Arlan, proyek tersebut memiliki dua manfaat utama. Pertama, mengoptimalkan pemanfaatan aset milik Pemerintah Provinsi Banten. Kedua, menghadirkan ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat.

Di titik inilah pembangunan Situ Cikedal menjadi lebih dari sekadar proyek fisik.

Jika penataan berjalan sesuai harapan, tepian situ dapat menjadi ruang bagi keluarga untuk beristirahat, anak-anak menikmati suasana terbuka, sekaligus tempat masyarakat melakukan aktivitas sosial dan ekonomi.

“Manfaatnya ada dua, satu terkait dengan pemanfaatan aset provinsi dan yang kedua adalah terbangunnya nanti ruang terbuka hijau untuk masyarakat,” kata Arlan.

Harapan berikutnya berada di tangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Ketika kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi wisata, Situ Cikedal diyakini dapat menjadi sumber aktivitas ekonomi baru.

Pedagang kecil bisa mendapatkan ruang untuk berjualan. Pelaku usaha lokal dapat memperoleh peluang baru. Wisatawan yang datang juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.

Arlan bahkan berharap kawasan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan Pemkab Pandeglang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui sektor pariwisata maupun sumber penerimaan lainnya.

“Jadi nanti masyarakat bisa mengakses Situ Cikedal termasuk manfaatnya nanti bisa buat wisata dan keluarga, mudah-mudahan manfaatnya ke depan bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Pandeglang untuk menambah PAD,” ujarnya.

Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi menyambut baik penataan tersebut. Baginya, pembangunan Situ Cikedal merupakan angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan ruang wisata sekaligus ruang publik.

“Terima kasih karena Pemprov Banten bisa menata dan membangun kawasan Situ Cikedal sebagai tempat wisata dan lainnya. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat untuk berwisata nanti,” ungkap Iing.

Ia melihat manfaat pembangunan tidak berhenti pada keindahan kawasan. Ketika wisatawan mulai berdatangan, masyarakat sekitar berpeluang menjadi bagian dari denyut ekonomi baru tersebut.

Warga bisa berjualan makanan, minuman, cendera mata, maupun berbagai produk lokal lainnya. Dengan demikian, situ yang selama ini mungkin hanya menjadi bagian dari lanskap Pandeglang, perlahan dapat berubah menjadi sumber penghidupan.

“Kalau sudah ditata dan banyak wisatawan yang datang, tentunya warga lokal akan merasakan dampaknya juga, entah itu dari berjualan atau lainnya. Intinya kita dukung karena bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Iing.

Namun, ada pesan yang lebih penting dari pembangunan sebuah ruang terbuka hijau: kawasan publik hanya akan hidup jika masyarakat merasa memilikinya.

Situ Cikedal tidak cukup hanya dibangun dengan anggaran miliaran rupiah. Ia membutuhkan perawatan, kebersihan, pengawasan, serta partisipasi masyarakat. Pemerintah perlu memastikan kawasan tersebut tidak kembali kumuh setelah proyek selesai.

Sebab, keberhasilan penataan Situ Cikedal pada akhirnya bukan hanya diukur dari seberapa indah tepian situ setelah dibangun, tetapi dari seberapa lama kawasan itu mampu menjadi ruang publik yang hidup, destinasi wisata yang nyaman, sekaligus sumber ekonomi bagi warga.

Dari tepian Situ Cikedal, sebuah perubahan sedang dimulai. Air yang selama ini menjadi wajah kawasan, kini diharapkan menjadi pusat kehidupan baru bagi masyarakat Pandeglang.(Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com