Beritabanten.com – Kecelakaan laut kembali menelan korban di kawasan wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang. Seorang wisatawan asal Tangerang, Alamsyah Linggar Ramadan (21), ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus saat berenang bersama teman-temannya.

Korban ditemukan Tim SAR gabungan sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu, 19 Agustus 2026. Jasad korban berada sekitar 300 meter dari lokasi awal kejadian.

Komandan Tim SAR Gabungan, Teguh Sulis, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke Puskesmas Carita sebelum diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Peristiwa tersebut bermula pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 14.20 WIB. Korban bersama sejumlah rekannya tengah berenang ketika mereka diduga terbawa arus.

Sebelumnya, tiga wisatawan dilaporkan terseret ombak. Dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan wisatawan di pantai tidak cukup hanya mengandalkan proses pencarian setelah kecelakaan terjadi. Deteksi dini terhadap perubahan kondisi laut dan pengawasan terhadap aktivitas wisatawan menjadi bagian penting untuk mencegah jatuhnya korban.

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah perubahan pola gelombang dan arus di sekitar pantai. Wisatawan sebaiknya tidak memaksakan diri berenang ketika ombak mulai membesar, arus terasa menarik tubuh ke arah laut, atau kondisi cuaca berubah secara tiba-tiba.

Arus balik atau rip current juga menjadi salah satu bahaya yang kerap sulit dikenali wisatawan. Arus ini dapat menarik seseorang menjauh dari garis pantai dengan cepat, meski permukaan air terlihat relatif tenang.

Karena itu, pengelola kawasan wisata dan petugas keselamatan pantai perlu memperkuat sistem peringatan dini. Papan informasi, bendera penanda zona aman dan berbahaya, pengeras suara, patroli berkala, hingga pemantauan kondisi gelombang dapat menjadi lapisan pertama pencegahan.

Pengawasan juga penting dilakukan pada titik-titik yang menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berenang. Ketika petugas melihat wisatawan mulai memasuki area berisiko, peringatan harus diberikan sedini mungkin, bukan menunggu sampai korban terseret arus.

Dari sisi wisatawan, prinsip paling penting adalah mengenali batas kemampuan diri dan mengikuti instruksi petugas. Berenang di laut berbeda dengan berenang di kolam karena kondisi arus, gelombang, kedalaman, dan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.

Jika seseorang terseret arus balik, upaya melawan arus dengan berenang lurus menuju pantai justru dapat menguras tenaga. Dalam kondisi tersebut, wisatawan perlu berusaha tetap tenang, mengapung, memberi tanda meminta pertolongan, dan mengikuti arah arus hingga dapat keluar dari jalur arus sebelum bergerak kembali menuju pantai.

Tragedi di Pantai Carita menunjukkan bahwa keselamatan wisata bukan hanya persoalan kecepatan Tim SAR dalam melakukan pencarian. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mendeteksi potensi bahaya sebelum kecelakaan terjadi.

Semakin cepat tanda-tanda bahaya dikenali, semakin besar pula peluang wisatawan untuk dievakuasi atau diarahkan menjauh dari area berisiko sebelum terseret arus.(Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com