Beritabanten.com — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), membuka opsi agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara apabila diperlukan selama proses evaluasi berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan HNW pada Jumat, 4 September 2026, menyikapi kasus keracunan yang terjadi berulang dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut HNW, kejadian keracunan yang terus berulang tidak cukup hanya ditangani secara kasus per kasus. Perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui sekaligus memperbaiki persoalan yang menjadi penyebab terjadinya kasus tersebut.

“Kalau kejadian keracunan seperti ini terus berulang, tentu tidak cukup hanya ditangani kasus per kasus. Harus ada evaluasi dan koreksi yang mendasar dari hulu sampai hilir,” ujar HNW dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Ia juga mendorong adanya pemberian sanksi keras serta penegakan hukum yang tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang sama tidak terus terulang. HNW menegaskan bahwa keselamatan anak harus menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

HNW menilai aspek keamanan makanan dalam program MBG perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, penerima manfaat program tersebut merupakan anak-anak pelajar, termasuk para santri.

Menurutnya, program MBG yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak harus diikuti dengan jaminan bahwa makanan yang diberikan aman untuk dikonsumsi.

Karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh. Evaluasi tidak hanya menyangkut makanan yang telah sampai kepada penerima manfaat, tetapi juga seluruh tahapan sebelum makanan dikonsumsi.

Proses tersebut mencakup penyediaan bahan makanan, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

HNW menilai setiap tahapan harus dipastikan memenuhi standar keamanan dan kelayakan makanan. Hal tersebut penting untuk mencegah munculnya kembali kasus keracunan yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.

Apabila kasus keracunan terus berulang, HNW membuka opsi agar pelaksanaan program MBG dihentikan sementara selama proses evaluasi dan perbaikan dilakukan.

Menurutnya, penghentian sementara dapat menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan apabila diperlukan untuk memastikan seluruh mekanisme pelaksanaan program telah memenuhi aspek keamanan.

HNW menegaskan bahwa keberlanjutan program MBG harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan para penerima manfaat.

Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan koreksi dari hulu hingga hilir sehingga program MBG dapat berjalan dengan lebih aman dan tujuan pemenuhan gizi anak tetap tercapai. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com