Beritabanten.com — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) membawa harapan besar sebagai salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis desa. Namun, hasil Survei Nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5–19 Juli 2026 menunjukkan bahwa harapan tersebut belum sepenuhnya berubah menjadi keyakinan publik.
Dari masyarakat yang mengetahui program KDMP, hanya sekitar 25 persen yang menyatakan sangat yakin atau cukup yakin bahwa program tersebut akan berkembang. Sebaliknya, sebanyak 61,1 persen responden mengaku kurang yakin atau tidak yakin sama sekali terhadap prospek keberhasilan KDMP.
Angka tersebut menunjukkan adanya tantangan kepercayaan yang harus dijawab pemerintah. Sebuah program ekonomi tidak hanya membutuhkan desain kebijakan yang kuat, tetapi juga membutuhkan keyakinan masyarakat sebagai pihak yang akan menjalankan dan merasakan dampaknya.
Dalam perspektif Teori Difusi Inovasi yang dikembangkan Everett M. Rogers, penerimaan masyarakat terhadap sebuah program baru sangat dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu keunggulan dibandingkan sistem sebelumnya, kemudahan dipahami, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, kesempatan untuk melihat hasil awal, serta kemampuan masyarakat mengamati manfaat secara langsung.
Jika dikaitkan dengan KDMP, rendahnya tingkat keyakinan publik dapat menunjukkan bahwa sebagian masyarakat belum melihat perbedaan nyata antara program tersebut dengan lembaga ekonomi desa yang sudah ada. Publik masih membutuhkan contoh keberhasilan yang konkret agar dapat memahami manfaat dan keunggulan program tersebut.
Selain itu, fenomena ini juga dapat dibaca melalui Institutional Trust Theory yang menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap sebuah institusi dibangun melalui pengalaman, rekam jejak, transparansi, dan konsistensi pelaksanaan.
Sebagai program yang masih relatif baru, KDMP berada pada tahap ketika masyarakat cenderung menunggu bukti. Mereka ingin melihat apakah koperasi tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi secara nyata, seperti meningkatkan akses pembiayaan, membantu pemasaran produk lokal, memperkuat posisi pelaku usaha kecil, atau meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Dari sudut pandang Expectancy-Disconfirmation Theory, tingkat keyakinan publik juga dipengaruhi oleh jarak antara harapan dan kenyataan. Program dengan narasi besar akan menghadapi penilaian yang lebih ketat apabila hasil yang terlihat belum sesuai dengan ekspektasi masyarakat.
Masyarakat tidak hanya menilai konsep KDMP, tetapi juga memperhatikan bagaimana koperasi tersebut berjalan dalam praktik. Faktor seperti kualitas pengurus, tata kelola, ketersediaan modal, transparansi pengelolaan, dan manfaat ekonomi yang dirasakan akan menjadi ukuran utama dalam membangun kepercayaan.
Sementara itu, Social Capital Theory yang dikembangkan Robert Putnam menempatkan kepercayaan sebagai fondasi penting dalam keberhasilan organisasi berbasis masyarakat seperti koperasi. Koperasi tidak hanya bergantung pada struktur formal, tetapi juga pada partisipasi dan keyakinan anggota bahwa lembaga tersebut mampu memberikan manfaat bersama.
Jika tingkat kepercayaan awal masyarakat rendah, partisipasi warga juga dapat menjadi tantangan. Sebaliknya, apabila KDMP mampu menciptakan pengalaman positif, kepercayaan masyarakat dapat tumbuh dan memperkuat keberlanjutan program.
Meski demikian, hasil survei SMRC tetap harus dibaca secara proporsional. Fakta yang terlihat adalah mayoritas responden yang mengetahui KDMP belum yakin program tersebut akan berkembang. Namun, penyebab keraguan tersebut belum dapat dipastikan karena survei tidak secara langsung menanyakan alasan di balik jawaban responden.
Keraguan publik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti belum terlihatnya hasil konkret, minimnya pengalaman masyarakat dengan program tersebut, kurangnya informasi, atau sikap hati-hati terhadap kebijakan baru.
Karena itu, angka 61,1 persen bukan hanya menjadi catatan evaluasi, tetapi juga dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah. Tantangan KDMP bukan sekadar membangun koperasi dalam jumlah besar, melainkan memastikan setiap koperasi mampu menunjukkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan KDMP akan ditentukan oleh kemampuan mengubah persepsi publik dari menunggu menjadi percaya. Dalam kebijakan publik, kepercayaan tidak lahir dari janji besar, tetapi dari bukti bahwa sebuah program benar-benar bekerja dan memberikan perubahan dalam kehidupan masyarakat.(Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan