Beritabanten.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sering menjadi perhatian publik ketika muncul kasus keracunan makanan di sejumlah daerah. Namun, kondisi tersebut tidak dialami SDN Jati 05 Pagi, Jakarta Timur.

Selama satu tahun pelaksanaan program MBG, sekolah ini tidak mencatat satu pun kasus keracunan pada siswa.

Kepala SDN Jati 05 Pagi, Tetty Ruswianty, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut berkat pengawasan ketat terhadap makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

“Setiap makanan yang datang selalu kami periksa lebih dulu. Ada sampel yang dicicipi oleh beberapa orang, bukan hanya satu,” ujar Tetty saat ditemui wartawan di Jakarta Timur, Rabu, 21 Januari 2025.

Ia menegaskan, makanan baru didistribusikan setelah dipastikan tidak berbau dan layak dikonsumsi.

“Kalau sudah dipastikan aman, barulah makanan dibagikan. Alhamdulillah, selama satu tahun tidak ada kejadian keracunan,” katanya.

Selain pemeriksaan makanan, pihak sekolah juga melakukan pendataan terkait pantangan dan alergi makanan siswa dengan melibatkan wali kelas dan orang tua murid.

“Data awal berasal dari persetujuan orang tua. Kami juga berkomunikasi jika ada anak yang belum terbiasa dengan jenis makanan tertentu, seperti nasi, agar dilatih secara perlahan,” jelasnya.

Tetty menambahkan, koordinasi rutin dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus dilakukan untuk menjaga mutu makanan dan memastikan siswa menyantap menu dengan lahap.

“Kami selalu berkomunikasi. Jika ada menu yang perlu disesuaikan atau kualitas makanan kurang baik, langsung kami sampaikan dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Tetty, konsumsi menu MBG selama satu tahun terakhir memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam proses belajar.

“Anak-anak terlihat lebih aktif saat kegiatan belajar mengajar, dan kebiasaan makan sayur juga meningkat,” pungkasnya. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com