Beritabanten.com – Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel KH Abdul Rojak menyebut Wali Kota Tangsel Benyamin yang akan perangi korupsi di Tangsel sebagai Jihad mulia.
Dia mencontohkan pada zaman sejarah awal kenabian jihad mengambil bentuk perjuangan fisik berupa beberapa perang mempertahankan diri dari serangan musuh. Ini menjadikan Islam digdaya hingga sempat menjadikan Khalifah Utsmaniyyah sebagai adi kuasa di dunia.
Pembina Ikatan Media Online (IMO) Idonesia Banten ini terus mengatakan bahwa jihad zaman now mengalami perubahan bentuk dan cara, teutama dalam kontek kewajiban menata pemerintahan bersih dan bertanggung jawab.
“Saya rasa pemberantasan korupsi merupakan jihad modern paling mulia. Karena berkontribusi kongkrit pada kehadiran negara yang menyejahterakan rakyat,” kata dia melaluai pesan elektronik, Jumat 11 Juli 2025.
MUI Kota Tangsel hadir sebagai mitra strategis bagi Pemerintahan Kota atau Pemkot Tangsel dalam membumikan nilai mulia Islam tentang pemberantasan korupsi, terutama dalam tata kelola pemerintahan. Sebuah organisasi lahir sebanyak mungkin untuk melayani yang terbaik buat masyarakat.
“MUI Kota Tangsel selalu mendukung program yang menyejahterakan rakyat. Apalagi ini memerangi korupsi sebagai membumikan jihab modern dalam tata kelola pemerintahan,” kata dia.
Karana itu kedepannya, MUI Kota Tangsel akan terus membangun komunikasi efektif dengan Pemerintah Kota atau Pemkot Tangsel terkait tata kelola pemerintah bersih dan tranparan. Beberapa programnya akan selalu menyertakan misi menyejahterakan warga Tangsel.
MUI Kota Tangsel, dikatakan, merupakan organ keagamaan yang strategis dalam mengkampanyekan penyelenggaraan pemerintah sesuai ajaran Islam. Syarit Islam, katanya, menempatkan pemberantasn korupsi bagian dari maksud diturunkan ajaran Islam dalam bangkai menjaga harta dan umat.
“Maqoshid syariah atau tujuan diturunkannya syariat Islam kan ada lima, dua di antaranya hirzu maal yakni menjaga harta dan hirzu nafsi atau diri manusia. Itu harus menjiwai setiap gerak tata kelola pemerintah, tidak terkucuali di lingkungan RT,” demikian dia menutup.

Diberitakan,Wali Kota Tangerang Selatan atau Tangsel Benyamin Davnie menyatakan siap bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) dalam memerangi korupsi di Tangsel.
Benyamin mengaku hal tersebut sebagai sikap pasca hadiri Rapat Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Pemberantasan Korupsi Pemerintahan Daerah yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Waktu itu, dia tidak hadir sendirian tapi ditemani oleh tersebut ditemani oleh Sekertaris Daerah atau Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo dan Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rosyid. Ini menjadikannya mampu diskusi intensif merumuskan sikap strategis dalam pemberantasan korupsi di Tangsel.
Menurut Benyamin, memerangi korupsi bisa dimulai dengan menata pemerintahan yang bersih dan akutunbale.
Acara tersebut menjadi forum penting dalam menyatukan langkah antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga penegak hukum dalam mencegah, serta memberantas praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.
“Pencegahan korupsi ini tidak bida dilakukan sendiri. Butuh sinergi yang kuat antar-instansi dan pengawasan yang aktif dari masyarakat,” ujar Benyamin, melansir laman resmi Tangsel, Jumat 11 Juli 2025. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan