Beritabanten.com – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan keagamaan melalui perluasan program Pengajian Rutin Kitab Kuning yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan. Program tersebut direncanakan tidak hanya berlangsung di lingkungan MUI, tetapi juga menjangkau organisasi perangkat daerah (OPD) hingga sekolah-sekolah.

Hal itu disampaikan Benyamin saat menghadiri Pengajian Rutin Kitab Kuning MUI Kota Tangerang Selatan di Islamic Center Kota Tangerang Selatan, Rabu (15/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Benyamin mendampingi Ketua Umum MUI Kota Tangerang Selatan, KH M. Saidih, S.Ag. Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Abdul Rojak, MA, bersama para ulama, ustaz, dan jemaah dari berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan.

Menurut Benyamin, kajian kitab kuning memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali pemahaman masyarakat terhadap ilmu-ilmu dasar keislaman, khususnya fikih yang berkaitan dengan praktik ibadah sehari-hari.

“Ke depan kita akan terus memperluas pengajian kitab kuning ini ke berbagai lini pemerintahan, termasuk OPD dan sekolah-sekolah. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengenal kembali warisan nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam kitab kuning. Fikih sederhana seperti ini sangat penting dipahami oleh semua,” kata Benyamin.

Ia menilai pembangunan Kota Tangerang Selatan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan pelayanan publik, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

“Boleh kita menjadi kota yang modern, tetapi nilai religius harus tetap menjadi bagian dari setiap langkah pembangunan. Banyak hal sederhana dalam ibadah yang sering kita anggap sepele. Kalau tidak memahami ilmunya, bisa saja ibadah yang kita lakukan menjadi tidak sah,” ujarnya.

Pengajian Kitab Kuning kali ini menghadirkan empat pemateri, yakni KH. Sirojudin Muchtar, Lc., MA. yang mengkaji Kitab Attaqriirotussadiidah, KH. Bahrudin, S.Ag. yang mengkaji Kitab Nuruzhzholam, KH. Dr. Sobron Zayyan, MA. yang membahas Kitab Risaalatul Mustarsyidiin, serta Dr. KH. Almahdi Akbar, Lc., MA. yang mengkaji Kitab Bidaayatul Hidayah.

Rangkaian kajian diawali dengan penyampaian materi oleh KH. Sirojudin Muchtar mengenai pembahasan hal-hal yang membatalkan wudu berdasarkan Kitab Attaqriirotussadiidah. Para jemaah tampak mengikuti penjelasan dengan khidmat sambil menyimak kitab dan mencatat materi yang disampaikan.

Sejak pagi, jemaah terus memadati ruang utama Islamic Center Kota Tangerang Selatan. Panitia menempatkan peserta laki-laki dan perempuan di area yang terpisah sehingga kegiatan berlangsung tertib, nyaman, dan kondusif hingga memasuki sesi berikutnya.

Selanjutnya, kajian dilanjutkan oleh KH. Bahrudin, S.Ag. yang membahas Kitab Nuruzhzholam. Hingga berita ini diturunkan, rangkaian Pengajian Rutin Kitab Kuning MUI Kota Tangerang Selatan masih berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com