Beritabanten.com – Kehadiran layanan bus sekolah gratis yang disediakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang selama ini menghadapi tantangan biaya transportasi menuju sekolah.

Program tersebut tidak hanya menjadi solusi mobilitas bagi pelajar, tetapi juga membantu keluarga menghemat pengeluaran harian. Bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, layanan ini dinilai memberikan manfaat lebih besar karena menghadirkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan siswa.

Salah satu orang tua yang merasakan langsung manfaat layanan tersebut adalah Nuru, ibu dari Anissa, siswi kelas II Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 Tangerang Selatan. Sebelum adanya bus sekolah gratis, Nuru harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk mengantar putrinya dari kawasan Cirendeu menuju sekolah menggunakan transportasi daring roda empat.

Dalam sehari, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp120 ribu hingga Rp150 ribu. Pengeluaran tersebut menjadi beban tersendiri, terutama karena kebutuhan pendampingan anak disabilitas membuat pilihan transportasi menjadi lebih terbatas.

“Alhamdulillah, benar-benar sangat terbantu, terutama untuk kami orang tua yang memiliki anak disabilitas,” ujar Nuru, dilihat Selasa 14 Juni 2026.

Bantu Perjalanan Lebih Teratur

Menurutnya, keberadaan bus sekolah gratis tidak hanya membantu mengurangi beban ekonomi keluarga, tetapi juga membuat perjalanan menuju sekolah menjadi lebih teratur. Ia menilai pelayanan petugas, kondisi kendaraan, serta ketepatan waktu operasional membuat orang tua merasa lebih tenang.

“Dengan adanya bus sekolah gratis ini, alhamdulillah hemat. Terus kita juga bisa tepat waktu dan nyaman,” katanya.

Selain dirasakan oleh orang tua siswa berkebutuhan khusus, manfaat layanan bus sekolah gratis juga dirasakan oleh keluarga lain yang anaknya bersekolah di sekolah umum. Salah satunya Maemunah, orang tua siswa SMP Negeri 17 Kota Tangerang Selatan, yang telah menggunakan layanan bus sekolah gratis selama lebih dari satu tahun.

Bagi Maemunah, keberadaan bus sekolah gratis membantu mengurangi rutinitas mengantar anak setiap hari ke sekolah. Ia cukup mengantarkan anaknya menuju titik penjemputan yang telah ditentukan, salah satunya di depan Pom Bensin Parakan.

Menurut Maemunah, layanan tersebut memberikan kemudahan bagi orang tua karena anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan terjadwal. Ia juga merasa terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi harian.

Selama menggunakan layanan bus sekolah gratis, Maemunah menilai fasilitas yang diberikan pemerintah daerah telah membantu aktivitas keluarga, terutama dalam mengatur waktu antara pekerjaan dan kebutuhan anak untuk bersekolah.

Layanan Khusus Siswa Disabilitas

Layanan khusus bagi siswa berkebutuhan khusus menjadi salah satu perhatian dalam program bus sekolah gratis Tangsel. Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan menyediakan armada tersendiri untuk mendukung mobilitas siswa menuju Sekolah Khusus (SKH).

Saat ini, terdapat dua unit bus dan satu kendaraan elf yang diperuntukkan bagi jalur disabilitas. Pemerintah daerah juga memberikan ruang bagi orang tua untuk ikut mendampingi anak selama perjalanan, mengingat setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam operasional bus disabilitas.

Selain itu, pengemudi dan kondektur yang bertugas juga dipertahankan agar memahami karakter para siswa yang menggunakan layanan tersebut.

“Untuk anak berkebutuhan khusus, orang tua diperbolehkan ikut mendampingi di dalam bus karena mereka membutuhkan perhatian khusus,” jelas Pilar.

Manfaat Bagi Banyak Keluarga

Meski telah memberikan manfaat bagi banyak keluarga, sejumlah orang tua berharap layanan tersebut terus dikembangkan.

Nuru berharap pemerintah dapat menambah jumlah armada dan memperluas jangkauan rute agar semakin banyak siswa disabilitas yang dapat menikmati fasilitas transportasi gratis tersebut.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah siswa yang belum terakomodasi karena lokasi tempat tinggal mereka berada di luar jalur layanan yang tersedia saat ini.

“Mudah-mudahan ke depannya ada tambahan armada lagi. Mungkin ada beberapa orang tua murid yang belum mendapatkan trayek dan belum terjangkau layanan bus sekolah, terlebih untuk bus disabilitas ini,” ujarnya.

Program bus sekolah gratis Tangsel sendiri mendapat respons positif dari masyarakat. Sepanjang tahun sebelumnya, layanan tersebut tercatat telah melayani sekitar 98.500 penumpang.

Pemkot Tangsel memastikan layanan ini akan terus dioptimalkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, mengurangi beban biaya keluarga, serta menghadirkan transportasi publik yang lebih inklusif bagi seluruh pelajar. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com