Beritabanten.com – Kepolisian mengungkap kasus pencurian yang terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciputat 07, Kota Tangerang Selatan. Yang mengejutkan, salah satu tersangka merupakan petugas keamanan atau satpam yang sehari-hari bertugas menjaga lokasi tersebut.
Kasus ini mencuat setelah pengelola dapur MBG melaporkan hilangnya sejumlah barang inventaris, termasuk 1.700 baki makanan (ompreng) berbahan stainless steel yang disiapkan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah TRS alias Cangkim (50), GZ alias Elub (36), dan DK alias Ole (32). Sementara seorang pelaku lainnya berinisial H masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Menurut Bambang, TRS yang bertugas sebagai satpam diduga berperan mengajak serta bekerja sama dengan rekan-rekannya untuk mengambil barang-barang milik dapur SPPG.
“Pelaku satpam penjaga SPPG berkomplot dengan kawannya,” ujar Bambang, dikutip dari detik, Rabu 29 Juli 2026.
Peristiwa pencurian itu terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026. Setelah menerima laporan dari pengelola, Unit Reserse Kriminal Polsek Ciputat Timur langsung melakukan penyelidikan dengan menelusuri keberadaan barang-barang yang hilang.
Selain membawa kabur sekitar 1.700 ompreng, para pelaku juga diduga mencuri berbagai peralatan operasional dapur, antara lain dua unit kompor, blender, printer, genset, power box, perangkat perekam CCTV, hingga kunci gerbang dan ruangan milik Yayasan Dunia Berkah Mandiri.
Dalam proses penyelidikan, polisi memperoleh informasi adanya pihak yang menawarkan ompreng hasil curian kepada seseorang. Petunjuk tersebut kemudian mengarah kepada seorang berinisial DH alias Bucek sehingga penyidik berhasil menelusuri jaringan pelaku.
Dari hasil pemeriksaan, polisi akhirnya mengarah kepada TRS. Meski sempat tidak mengakui perbuatannya, tersangka akhirnya mengakui telah melakukan pencurian bersama tiga rekannya.
Berdasarkan pengakuan tersebut, polisi bergerak menangkap dua pelaku lainnya, yakni GZ dan DK. Sementara itu, satu tersangka berinisial H hingga kini masih dalam pengejaran aparat.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di fasilitas yang dipersiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program strategis nasional pemerintah. Kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun alur penjualan barang hasil pencurian.
Perkara tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem pengamanan di setiap dapur SPPG, baik melalui pengawasan internal, pengendalian akses, maupun pengelolaan aset operasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan