Program Makan Gratis Prabowo Bidik 63 Juta Warga, Negara Hadir atau Ciptakan Ketergantungan?

Beritabanten.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan menjangkau sekitar 63 juta penerima pada 2027. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 21,7 persen dari total penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 290 juta jiwa.

Besarnya cakupan penerima membuat MBG bukan hanya menjadi program bantuan pangan, tetapi juga menggambarkan semakin besarnya peran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program tersebut dinilai sebagai bentuk penerapan konsep negara kesejahteraan atau welfare state, di mana pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar. Intervensi di bidang gizi diyakini dapat memberikan dampak jangka panjang melalui penurunan angka stunting, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan produktivitas generasi mendatang.

Namun, di sisi lain, besarnya jumlah penerima juga memunculkan pertanyaan mengenai tingkat kemandirian masyarakat. Ketika lebih dari seperlima penduduk mendapatkan dukungan pangan dari negara, tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Keberhasilan MBG tidak semata-mata diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan atau banyaknya penerima manfaat. Indikator utama harus terlihat dari dampaknya terhadap kesehatan, kemampuan belajar, pengurangan kemiskinan, hingga meningkatnya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Pemerintah perlu memastikan MBG berjalan tidak hanya sebagai program bantuan sosial, tetapi juga sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia. Pengawasan kualitas makanan, ketepatan sasaran, serta keterhubungan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah. Namun, tujuan pembangunan bukan sekadar memperluas jumlah penerima bantuan, melainkan menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki kemampuan ekonomi yang semakin kuat.

MBG diharapkan menjadi jembatan menuju peningkatan kualitas hidup rakyat, bukan sekadar kebijakan yang membuat masyarakat bergantung pada bantuan negara.(Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com