Beritabanten.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Muhammad Sarmuji dalam reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026. Sarmuji, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar di DPR, dilantik di Istana Negara berdasarkan Keppres Nomor 104 P Tahun 2026. Pergantian ini menempatkan Sarmuji pada posisi strategis ketika pemerintah sedang mendorong industri menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Dari sisi kebijakan, Agus sebenarnya meninggalkan sejumlah pekerjaan yang sedang berjalan. Pada September 2026, ia menyebut industri manufaktur menghadapi tekanan global dan PMI manufaktur Agustus berada di level 49,8, sedikit di bawah ambang ekspansi. Di saat yang sama, pemerintah juga menghadapi persoalan impor barang konsumsi, daya saing, bahan baku, dan ancaman tekanan pada industri padat karya. Jadi, pergantian ini tidak tepat langsung dibaca sebagai bukti bahwa Agus gagal bekerja; Presiden juga tidak secara terbuka menjelaskan bahwa penggantian Agus disebabkan oleh satu masalah atau kegagalan tertentu.
Lalu mengapa Agus diganti? Analisis yang paling hati-hati adalah melihatnya sebagai keputusan politik dan manajerial Presiden dalam reshuffle, bukan sebagai hukuman atas satu persoalan tertentu. Sarmuji membawa modal politik yang berbeda: ia adalah Sekjen Golkar dan sebelumnya lama berada di DPR, termasuk pernah berada di komisi yang menjadi mitra Kementerian Perindustrian. Setelah dilantik, Sarmuji langsung berbicara mengenai perlunya membenahi persoalan industri secara bertahap, terutama sektor yang banyak menyerap tenaga kerja seperti tekstil dan alas kaki, sekaligus memperkuat koordinasi soal investasi, impor, insentif, dan hilirisasi.
Karena itu, serah terima dari Agus kepada Sarmuji dapat dibaca sebagai perubahan pendekatan pemerintah terhadap agenda industri pada fase berikutnya. Agus telah menjalankan Kementerian Perindustrian di tengah tekanan manufaktur dan perdagangan global, sementara Sarmuji kini diberi mandat untuk melanjutkan sekaligus membenahi sejumlah pekerjaan rumah industri. Yang akan menentukan alasan sebenarnya di balik pergantian tersebut bukan sekadar komposisi kabinet, melainkan kebijakan apa yang kemudian berubah dan target industri apa yang ditetapkan Presiden kepada Menperin baru. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan