Beritabanten.com – Sejumlah orang tua murid di Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif kebijakan pemerintah yang menetapkan sekolah tetap masuk selama bulan Ramadan 2025.

Keputusan ini disambut baik setelah pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri pada Selasa (21/1/2025) yang menyatakan bahwa sekolah akan libur selama dua minggu pada bulan Ramadan.

Salah satu orang tua murid, Lia Havilah, menyatakan bahwa ia lebih memilih anak-anaknya tetap bersekolah selama Ramadan. “Alhamdulillah, daripada di rumah main gadget, main game, mending di sekolah ada kegiatan,” ujarnya saat ditemui di Museum Multatuli Rangkasbitung.

Lia yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mengungkapkan bahwa dengan anak-anaknya tetap bersekolah, ia merasa lebih tenang karena bisa mengontrol kegiatan mereka, terutama di bulan puasa.

Lia juga bercerita bahwa pada Ramadan tahun lalu, anak-anaknya sering mengeluh lemas dan ingin segera berbuka puasa saat berada di rumah. “Kalau di sekolah pasti kegiatannya lebih banyak yang positif, ada pesantren kilat, tadarus, jadi puasanya lebih happy,” ujarnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Deni, orang tua murid lainnya dari Kalanganyar, Kabupaten Lebak. Deni menyatakan mendukung kebijakan tersebut, namun berharap agar jam belajar dapat disesuaikan.

“Sebelumnya kan masuk jam 07.00 pagi pulang jam 13.00 WIB, nah sekarang bisa dimundurkan, misal masuk jam 08.00 dan pulang jam 11.00 WIB,” kata Deni. Ia menjelaskan bahwa sekolah selama Ramadan akan memberikan banyak manfaat bagi anak-anaknya, terutama dalam belajar agama.

“Anak dua saya laki-laki semua, kalau di rumah biasanya main game, kadang berantem. Kalau di sekolah akan beda lagi karena ada tambahan belajar keagamaan,” tambah Deni.

Mastur, orang tua murid lainnya, juga mendukung kebijakan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dengan tetap bersekolah, anak-anaknya bisa mengikuti program ibadah Ramadan yang teratur di sekolah, seperti pesantren Ramadan, shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta pengalaman buka bersama di sekolah.

“Bagi anak-anak ini mungkin jadi pengalaman yang menyenangkan. Saat Ramadan tidak melulu sahur, tidur, dan buka di rumah, tapi akan lebih banyak pengalaman untuk ke depannya,” ujarnya.

Kebijakan sekolah tetap buka selama Ramadan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan anak, dengan tetap menjaga kegiatan belajar yang bermanfaat serta mengisi bulan suci dengan aktivitas keagamaan yang terstruktur. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com