Beritabanten.com – Saat sebagian besar warga memilih beristirahat, suasana berbeda terlihat di Pos Ronda Komplek Perumahan Krakatau Steel, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Di bawah cahaya lampu yang sederhana, beberapa warga tetap terjaga, berbincang sambil mengawasi lingkungan agar tetap aman hingga pagi.

Malam itu, kehadiran Bhabinkamtibmas Kelurahan Kotabumi, Bripka Agustoni, bukan sekadar menjalankan patroli rutin. Ia memilih berhenti di pos ronda, menyapa para petugas jaga, mendengarkan cerita mereka, sekaligus mengajak warga berdialog mengenai situasi keamanan di lingkungan tempat tinggal.

Percakapan berlangsung santai, namun sarat makna. Mulai dari pentingnya memastikan pintu gerbang perumahan terkunci pada waktu yang telah disepakati, meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang tidak dikenal, hingga mengingatkan pentingnya saling berbagi informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Di tengah perkembangan kota yang semakin dinamis, menjaga keamanan tidak lagi hanya menjadi tugas aparat penegak hukum. Peran masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) tetap menjadi salah satu fondasi penting dalam mencegah tindak kriminal maupun gangguan ketertiban.

Kapolsek Purwakarta IPTU Sukanda menilai pos ronda masih memiliki fungsi strategis sebagai titik awal deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara Bhabinkamtibmas dengan warga menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang aman dan kondusif.

“Pos ronda adalah garda terdepan keamanan di lingkungan warga. Karena itu, sinergi antara masyarakat dan kepolisian harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal,” ujarnya.

Komitmen tersebut juga mendapat dukungan dari Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga. Ia menegaskan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun kedekatan, memperkuat komunikasi, dan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap upaya menjaga keamanan bersama.

Bagi warga, patroli dialogis semacam ini menghadirkan rasa tenang. Mereka tidak hanya merasa diperhatikan, tetapi juga memperoleh ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan tempat tinggalnya. Kedekatan seperti inilah yang menjadi jembatan antara masyarakat dan aparat kepolisian.

Di tengah tantangan keamanan perkotaan yang terus berkembang, pos ronda mungkin tampak sederhana. Namun, dari tempat kecil itulah semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan terus dirawat. Ketika warga dan polisi berjalan beriringan, keamanan bukan lagi sekadar tugas negara, melainkan tanggung jawab bersama yang dijaga setiap malam. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com