Beritabanten.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Salatan hadiri Kajian Kitab Kuning MUI Kota Tamgsel perdana di kecamatan se-Tangsel, tepatnya di Kecamatan Timur Kota Tangsel pada Rabu 30 Juli 2025.

Kegiatan dengan istilah Pengajian Keliling atau Pengling ini di Aula Kecamatan Ciputat Timir di Jalan W R Supratman No.66, Pondok Ranji, Kecamatab Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Banten 15412.

KH Saidih mengungkapkan bahwa acara ini merupakan tali silaturahmi yang menguatkan satu sama lain dalam membangun Kota Tangsel dalam bidang keagamaan.

“Ini merupakan momentum dalam menguatkan padangan kita untuk mengingatkan pentingnya memikirkan masa depan,” katanya, Rabu.

Berpikir Masa Depan

Pimpinan Yayasan Daarul Hikmah tersebut sempat melempar ungkapan terkenal terkait cara berfikir masa depan.

“Bagaimana besok atau besok bagaimana?,” tanya dia pada audiens yang serentak dijawab besok bagaimana.

Jawaban tersebut dibenarkan oleh KH Saidih, bahwa kita harus memikirkan masa depan, yakni istilah “Tangsel bagaimana besok’ di mana banyak tantangan, terutama perkembangan teknologi informasi.

Nah Kajian Kitab Kuning di tiap kecamatan, dikatakannya, sebagai cara menguatkan pemikiran terbaik untuk membangun Tangsel dengan mengkaji nilai luhur dalam kitab kuning.

KH Siadih menjelaskan bahwa kitab kuning adalah buku berisi tentang keagamaan Islam yang menggunakan bahasa arab dengan cara membaca.

Sampai berita ini tayang acara masih berlangsung yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan yang akan turut memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com