Beritabanten.com — Arus perjalanan menuju Jombang mulai terasa. Sejumlah rombongan Nahdliyin yang hendak menghadiri Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) terlihat melintas dan beristirahat di sepanjang jalur Tol Cikopo–Palimanan (Cipali).
Pemandangan tersebut terpantau di Rest Area KM 166 Cipali, saat salah satu bus rombongan yang membawa peserta perjalanan menuju Jombang tampak terparkir di area istirahat.
Bus berkelir hijau dengan berbagai ornamen khas itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang kaum sarungan menuju Jombang. Di sisi bus terlihat pula spanduk bertuliskan “Goes to Muktamar NU Jombang”, menandai tujuan perjalanan rombongan.
Suasana di rest area seakan menjadi titik singgah sementara sebelum perjalanan kembali dilanjutkan. Para penumpang memanfaatkan waktu untuk beristirahat, sementara kendaraan bersiap menempuh kembali perjalanan menuju Jombang.
Salah seorang kader NU asal Tangerang Selatan (Tangsel), Sopyan, mengaku ikut dalam rombongan menuju Jombang. Namun, perjalanan tersebut tidak sekadar untuk menghadiri Muktamar NU. Ia bersama rombongan juga menyempatkan diri melakukan ziarah ke sejumlah makam wali dan ulama di sepanjang perjalanan.
“Berangkat dari Tangsel menuju Jombang sekalian ziarah. Kami mulai dari Sunan Gunung Djati di Cirebon, kemudian ke Kudus, Demak, dan perjalanan akhirnya ke Jombang, termasuk ziarah ke makam Gus Dur,” ujar Sopyan.
Rangkaian ziarah tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan rombongan. Bagi Sopyan dan para peserta lainnya, perjalanan menuju Jombang sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang para wali dan ulama yang memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan Islam di Tanah Jawa.
Dari Cirebon, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kudus dan Demak sebelum akhirnya mengarah ke Jombang. Setibanya di kota tersebut, mereka berencana berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.
Perjalanan menuju Muktamar NU pun bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lainnya. Bagi para Nahdliyin, perjalanan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan, silaturahmi, sekaligus menjaga tradisi ziarah yang telah lama melekat dalam kehidupan warga NU.
Dari balik kaca bus, atribut perjalanan dan spanduk yang terpasang menjadi penanda bahwa rombongan terus bergerak. Rest area menjadi salah satu persinggahan untuk melepas lelah sebelum kembali menempuh perjalanan panjang menuju Jawa Timur.
Fenomena bus-bus rombongan yang bergerak menuju lokasi muktamar menggambarkan antusiasme warga NU dari berbagai daerah. Mereka datang membawa semangat yang sama: berkumpul, bersilaturahmi, mengikuti rangkaian agenda besar NU, sekaligus menapaktilasi jejak para wali dan ulama.
Dari KM 166 Cipali, perjalanan kembali berlanjut. Tujuannya satu: Jombang, tempat kaum sarungan berkumpul dalam semangat Muktamar NU.
Namun bagi Sopyan dan rombongan, perjalanan ini bukan hanya tentang sampai di tujuan. Ada doa, ziarah, silaturahmi, dan napak tilas sejarah yang ikut menyertai setiap kilometer perjalanan dari Tangsel menuju Jombang. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan