Beritabanten.com — Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta, Nurjaman, menyoroti hari libur yang banyak dalam satu bulan sebabkan produktivitas turun dan kerugian.
Pelaku usaha tetap harus menanggung biaya operasional yang sama, termasuk pembayaran gaji karyawan secara penuh, meski hasil kerja menurun karena waktu produksi yang terbatas.
“Biasanya dalam sebulan ada sekitar 25 hari kerja, tapi bulan ini hanya tersisa 15 hari. Kalau satu hari bisa produksi 10 ribu unit, maka hilangnya 10 hari berarti kerugian produksi hingga 100 ribu unit. Sementara biaya gaji tetap sama,” ungkap Nurjaman, Minggu (11/5/2025)
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” dia tambahkan.
Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama dalam mendongkrak kinerja ekonomi, termasuk dengan menjaga kestabilan jumlah hari kerja.
“Pertumbuhan ekonomi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengusaha saja, tapi semua pihak harus berperan. Dan salah satu faktor penting adalah ketersediaan hari kerja yang cukup,” tegasnya.
“Apindo berharap ke depan ada kebijakan yang lebih proporsional terkait hari libur agar aktivitas usaha tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk beristirahat,” demikian dia menutup. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan