Beritabanten.com — Harapan baru hadir bagi tiga keluarga di Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Pemerintah Provinsi Banten melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) membantu mereka mendapatkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni saat mengunjungi Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Rabu (2/9/2026).

Program renovasi RTLH menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya keluarga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.

Andra Soni mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaannya juga mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat melalui tokoh masyarakat, ketua RW, maupun kalangan pemuda.

“Ke depan, program seperti ini tentu akan terus kita tingkatkan secara berkelanjutan, baik oleh Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota, maupun pemangku kepentingan lainnya,” kata Andra Soni.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten Rahmat Rogianto menjelaskan, program RTLH menyasar masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4, dengan prioritas utama desil 1 dan 2, khususnya masyarakat miskin ekstrem.

Menurutnya, pemerintah menggunakan konsep rumah modular dengan komponen yang telah terstandar sehingga proses pembangunan dapat dilakukan secara lebih efisien.

“Program ini memprioritaskan masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem. Kita menggunakan jenis rumah modular dengan komponen yang terstandar sehingga pembangunannya lebih efisien,” ujar Rahmat.

Salah satu penerima bantuan, Solehuddin (54), warga Kampung Garokgeg, Desa Cempaka, mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan renovasi.

Guru mengaji yang tinggal bersama empat anaknya tersebut sebelumnya menempati rumah sederhana dengan kondisi yang tidak nyaman. Ketika hujan turun, atap rumah kerap mengalami kebocoran.

“Selama ini kami tinggal di rumah ala kadarnya. Kalau panas kepanasan, kalau pas hujan bocor,” ujar Solehuddin.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Gubernur Andra Soni atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.

“Terima kasih, Pak Gubernur Andra Soni,” katanya.

Penerima bantuan lainnya, Leli Nurhayati (34), warga Kampung Pacurendang, Desa Mandalasari, juga mendapatkan bantuan setelah rumah warisan orang tuanya yang ditempati bersama keluarga sempat roboh.

Kondisi ekonomi keluarga membuat Leli dan suaminya kesulitan melakukan renovasi secara mandiri. Sang suami bekerja sebagai kuli sapu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Di rumah yang lama itu, sebelum roboh, gentingnya sudah banyak yang jatuh, sehingga kalau hujan sering bocor,” ungkap Leli.

Sementara itu, Rini Andriyani (39), warga Kampung Kaduhejo, Desa Sukasari, menjadi penerima bantuan RTLH lainnya.

Rini sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Ia juga menghidupi seorang anak sekaligus merawat ayahnya. Bantuan renovasi rumah tersebut menjadi kabar yang tidak disangka-sangka baginya.

“Alhamdulillah. Terima kasih, Pak Gubernur Andra Soni,” ujar Rini.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi Banten menargetkan sebanyak 87 penerima manfaat program RTLH. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 penerima berada di Kabupaten Pandeglang.

Bantuan diberikan melalui renovasi total menjadi hunian seluas 36 meter persegi. Rumah tersebut terdiri atas dua kamar tidur, ruang tamu, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang dilengkapi akses air bersih.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Hunian yang layak menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Dengan rumah yang lebih aman dan nyaman, keluarga penerima diharapkan dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Langkah Pemprov Banten melalui program RTLH juga menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur berskala besar, tetapi menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di tingkat keluarga.

Bagi tiga keluarga penerima di Kaduhejo, bantuan tersebut bukan sekadar renovasi bangunan. Rumah baru yang lebih layak menjadi simbol hadirnya perhatian pemerintah sekaligus membuka harapan untuk kehidupan yang lebih nyaman dan bermartabat. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com