Beritabanten.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama para petani binaan menggelar Panen Raya Lumbung Pangan Padi yang dirangkaikan dengan penyerahan zakat pertanian senilai Rp12,2 juta di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (3/9/2026).
Program Lumbung Pangan BAZNAS tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat produktif. Program senilai Rp279,5 juta itu telah berjalan sejak 2025 dan diarahkan untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani binaan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan program tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Zakat ini ada dua bentuk, yakni zakat konsumtif yang langsung dikonsumsi, serta zakat produktif. Program lumbung pangan yang hari ini dilakukan panen raya merupakan bentuk zakat produktif yang dapat meratakan kesejahteraan bagi para mustahiknya,” jelas Idy.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya terlihat dari hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran para petani binaan untuk menunaikan zakat pertanian.
Dari hasil kegiatan tersebut, para petani binaan menunaikan zakat pertanian dengan total nilai mencapai Rp12,2 juta.
Idy mengimbau masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Pesawaran untuk menyalurkan kewajiban zakat melalui BAZNAS maupun lembaga amil zakat resmi.
Menurutnya, pengelolaan zakat secara terorganisasi memungkinkan potensi dana zakat dikonsolidasikan dan dikolaborasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Penyaluran zakat tidak melalui BAZNAS atau lembaga amil resmi itu kurang tepat karena potensi zakat tidak bisa dikonsolidasikan dan dikolaborasikan menjadi hal yang berdampak,” ujar Idy.
Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Lumbung Pangan BAZNAS. Ia menilai program tersebut memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Zakat tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, tetapi telah bertransformasi menjadi modal kemandirian ekonomi, khususnya dalam konteks sektor pertanian,” ujar Nanda Indira.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran H. A. Hamid S., S.H., M.M., mengatakan program pemberdayaan tersebut memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain memperkuat ketahanan pangan, program juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesadaran berzakat para petani penggarap.
“Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, program ini tidak sekadar memberi makan sehari, melainkan menanam benih kemandirian yang menguatkan ekonomi umat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Divisi Usaha Pertanian dan Perikanan BAZNAS RI Tatiek Kancaniati, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Hadir pula Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir, S.I.Kom., M.M., jajaran Forkopimda Pesawaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I., Ketua Gapoktan Makarti Jaya Haryanto, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Pesawaran, Pimpinan CWS Penyuluh Kabupaten Pesawaran, Pimpinan Balai Penyuluh Pertanian Gedong Tataan, serta para petani, kelompok tani dan tokoh masyarakat setempat.
Pelaksanaan Panen Raya Lumbung Pangan BAZNAS di Pesawaran menjadi gambaran bahwa pengelolaan zakat produktif dapat diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui penguatan sektor pertanian, pendampingan petani, serta pengelolaan zakat yang terorganisasi, program tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan