Beritabanten.com — Suasana pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8), berlangsung meriah dan dipadati jamaah. Membludaknya peserta dan masyarakat membuat sejumlah ruas jalan menuju lokasi acara mengalami kemacetan sejak siang hari.
Antusiasme masyarakat terlihat di berbagai titik di sekitar lokasi muktamar. Tidak semua jamaah dapat menyaksikan acara secara langsung dari dalam area utama. Sebagian memilih mengikuti jalannya pembukaan melalui siaran langsung menggunakan media digital.
Sejumlah perangkat digital juga tampak digunakan untuk menyaksikan siaran langsung acara melalui kanal YouTube. Hal ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat masuk ke lokasi utama karena keterbatasan kapasitas.
Kedatangan Presiden Prabowo Subianto turut mendapat sambutan meriah dari para jamaah. Prabowo tiba menggunakan kendaraan Maung dan disambut antusias oleh massa yang telah menunggu di sekitar lokasi acara.
Dalam amanatnya, Prabowo mengajak seluruh organisasi Islam di Indonesia untuk bangkit dan mengambil peran lebih besar dalam membangun bangsa. Menurutnya, kekuatan organisasi Islam merupakan bagian penting dari perjalanan Indonesia dan memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Ajakan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta dan jamaah yang hadir. Suasana di lokasi pembukaan semakin meriah ketika Prabowo menyampaikan pentingnya kebersamaan dan sinergi seluruh elemen organisasi Islam untuk memperkuat persatuan serta mendorong kemajuan Indonesia.
Sejumlah jamaah tampak memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan terhadap pesan yang disampaikan Prabowo. Sambutan tersebut menunjukkan antusiasme peserta terhadap gagasan untuk memperkuat peran organisasi-organisasi Islam dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga melontarkan guyonan yang disambut tawa dan tepuk tangan jamaah. Ia menyinggung istilah “Jas Merah”, yang selama ini dikenal sebagai ungkapan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”.
Prabowo kemudian memperkenalkan istilah “Jas Hijau”. Menurutnya, istilah tersebut dapat dimaknai sebagai “jangan melupakan jasa para ulama NU” dalam perjuangan mendirikan dan membangun negara bangsa Indonesia.
Gurauan tersebut langsung disambut meriah oleh jamaah yang hadir. Tepuk tangan terdengar dari berbagai penjuru lokasi, memperlihatkan antusiasme peserta terhadap pesan Prabowo mengenai pentingnya menghargai jasa para ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Prabowo juga menyinggung capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyampaikan bahwa program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 62 juta rakyat Indonesia dan menurutnya menjadi salah satu program penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi serta sumber daya manusia.
Dalam penyampaiannya, Prabowo menyebut keberhasilan MBG telah membantu menyelamatkan puluhan juta rakyat Indonesia dari persoalan kekurangan gizi. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas dan memperbaiki pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Prabowo mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan MBG di sejumlah tempat. Namun, ia berjanji pemerintah akan melakukan perbaikan dan evaluasi agar program tersebut berjalan semakin baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut kembali mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah dari jamaah. Antusiasme peserta terlihat ketika Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki program-program pemerintah demi kepentingan rakyat.
Prabowo juga menegaskan pentingnya melanjutkan cita-cita para pendiri NU dalam membangun Indonesia yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Ia mendorong agar semangat perjuangan dan kontribusi organisasi Islam terus dikembangkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi pembukaan. Meriahnya sambutan dan tepuk tangan peserta menjadi salah satu momen yang menonjol dalam pembukaan Muktamar NU ke-35 di Jombang.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Forum lima tahunan tersebut akan membahas dan merumuskan agenda NU untuk lima tahun mendatang. Selain itu, muktamar juga menjadi momentum pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah dan Rais Syuriyah untuk masa khidmat 2026–2031.
Membludaknya jamaah pada hari pembukaan menunjukkan tingginya antusiasme warga NU dan masyarakat dalam mengikuti salah satu forum terbesar organisasi Islam tersebut. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan