Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Pemerintah Kabupaten Bima memperkuat sinergi program prioritas untuk menangani berbagai persoalan sosial, khususnya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bima.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi Pemkab Bima dengan BAZNAS RI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI Syarifuddin memaparkan 13 program prioritas BAZNAS RI. Salah satunya Program Siaga Kemiskinan, termasuk peluang sinergi pendanaan atau co-financing bersama Pemkab Bima dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Syarifuddin mengatakan, sinergi tersebut diarahkan agar penyaluran zakat dan bantuan BAZNAS dapat lebih tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui program prioritas ini, kami ingin memastikan bantuan BAZNAS benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak dan membawa dampak nyata di daerah,” jelas Syarifuddin.
Ia menegaskan kesiapan BAZNAS RI untuk terus memperkuat program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bima. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat berbagai program yang selama ini telah berjalan, termasuk bantuan Rumah Layak Huni (RTLH) bagi mustahik.
Menurut Syarifuddin, penguatan sinergi tidak hanya membutuhkan program dan pendanaan, tetapi juga ekosistem zakat yang kuat di tingkat daerah. Karena itu, Pemkab Bima diharapkan terus menghadirkan kebijakan yang dapat mendorong kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“BAZNAS RI siap mendukung penuh Pemkab Bima. Kami berharap pemerintah daerah juga dapat memperkuat regulasi pendukung, baik melalui Perbup maupun Perda, agar partisipasi aparatur dan masyarakat dalam berzakat semakin optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bima Ady Mahyudi mengatakan audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi program prioritas sekaligus memantapkan tata kelola kelembagaan zakat di Kabupaten Bima.
Ia berharap berbagai program unggulan BAZNAS RI dapat diselaraskan dengan kebutuhan daerah sehingga kontribusinya terhadap penanganan kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, semakin optimal.
“Ada banyak program-program yang tentunya bisa kita manfaatkan, bisa kita bawa pulang untuk bagaimana agar supaya seperti pengentasan kemiskinan yang memang ada yang ekstrem juga di Kabupaten Bima ini bisa terlaksana,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Bima dan BAZNAS RI diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Sinergi program, dukungan regulasi, dan tata kelola yang baik menjadi bagian penting agar manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat Kabupaten Bima. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan