Beritabanten.com — Bayangkan terbangun di atas kasur empuk layaknya kamar hotel, membuka tirai, lalu mendapati hamparan sawah, pegunungan, hingga lanskap perkotaan bergerak perlahan di balik jendela. Tak perlu turun dari tempat tidur untuk menikmati perjalanan.
Pengalaman itulah yang coba ditawarkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui The Nusantara Explorer, kereta wisata mewah yang dirancang bukan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan sebagai pengalaman perjalanan sekaligus penginapan berjalan.
Liputan6.com berkesempatan menjajal langsung uji coba perjalanan kereta ini dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Manggarai, Jakarta, pada Sabtu (19/9/2026). Dalam perjalanan tersebut, konsep yang diusung KAI terasa berbeda sejak pertama kali memasuki rangkaian kereta.
Berbeda dengan kereta api jarak jauh pada umumnya yang berorientasi membawa penumpang dari satu kota ke kota lain, The Nusantara Explorer justru menjadikan perjalanan sebagai bagian utama dari pengalaman.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, konsep tersebut memang sengaja dibangun untuk menggeser cara pandang terhadap perjalanan menggunakan kereta.
“Kalau kereta-kereta biasa itu kan sebagai alat transportasi, memindahkan seseorang atau seorang pelanggan dari titik A ke titik B. Nah, kalau di sini kita lebih mengutamakan itu bukan tujuan atau bukan destinasinya. Tapi adalah journey dan experience-nya.”
Nuansa Nusantara di Setiap Sudut
Identitas Indonesia menjadi bagian penting dalam desain The Nusantara Explorer.
Sentuhan budaya terlihat dari berbagai ornamen interior, mulai dari ukiran kayu, motif batik, karpet, bantal, selimut, hingga detail pada dinding kamar. Sejumlah elemen tersebut dikerjakan secara manual oleh para pengrajin dari Boyolali, Jawa Tengah.
Unsur tradisional itu kemudian dipadukan dengan desain interior modern dan pencahayaan hangat. Hasilnya, suasana di dalam kereta terasa lebih menyerupai hotel premium ketimbang kabin perjalanan biasa.
Rangkaian The Nusantara Explorer terdiri dari tujuh gerbong dengan tiga pilihan kelas kamar tidur, yakni Compact Class, Advance Class, dan Signature Class.
Compact Class memiliki enam kompartemen, sedangkan Advance Class terdiri dari empat kompartemen. Sementara itu, Signature Class menjadi kelas dengan fasilitas kamar tidur paling eksklusif, terdiri dari dua kompartemen yang masing-masing dapat ditempati hingga dua orang.
Di kelas Signature, pengalaman berada di kereta benar-benar dibuat menyerupai menginap di hotel.
Sebuah kasur berukuran besar menjadi pusat kamar. Di dalamnya juga tersedia sofa, televisi, meja makan atau kerja, serta kursi. Penumpang juga mendapatkan kamar mandi dan toilet pribadi.
Toilet duduk berada di dalam kamar, sementara area shower dilengkapi sentuhan warna emas yang memperkuat kesan mewah.
Namun, salah satu daya tarik utamanya justru datang dari jendela besar di kamar. Dari atas tempat tidur, penumpang tetap dapat menikmati panorama yang terus berubah selama kereta melaju.
Perjalanan yang biasanya identik dengan duduk berjam-jam di kursi penumpang diubah menjadi pengalaman menikmati pemandangan sambil bersantai di kamar.
Bukan Sekadar Kamar, Ada Restoran hingga Kereta Panoramic
Pengalaman The Nusantara Explorer tidak berhenti di kamar.
Salah satu gerbong disiapkan sebagai Grand Restaurant dengan konsep fine dining. Penumpang dapat menikmati hidangan sambil tetap merasakan perjalanan di atas rel.
Ada pula gerbong lounge yang disiapkan sebagai ruang berkumpul dan bersantai. Fasilitas hiburan seperti live music hingga karaoke direncanakan hadir di dalam rangkaian tersebut.
KAI juga menyiapkan fasilitas live cooking. Penumpang dapat menyaksikan langsung makanan disiapkan oleh koki, dengan sistem keamanan yang telah dirancang untuk operasional di dalam kereta.
Semakin menuju bagian belakang rangkaian, konsep perjalanan semakin menonjolkan panorama.
Di bagian akhir terdapat kereta panoramic yang memberikan ruang bagi penumpang untuk menikmati pemandangan alam dengan sudut pandang yang lebih luas.
Seluruh rangkaian juga telah dilengkapi toilet serta sistem kedap suara untuk mendukung kenyamanan selama perjalanan.
Berawal dari Gagasan Prabowo
Menurut Bobby Rasyidin, konsep The Nusantara Explorer berawal dari gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menggabungkan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia dengan konsep local hospitality.
KAI kemudian mengembangkan gagasan tersebut menjadi sebuah rangkaian kereta wisata yang dikerjakan dalam waktu sekitar enam bulan.
Rangkaian ini sebelumnya juga telah digunakan Presiden untuk perjalanan dari Semarang menuju Batang, kemudian dilanjutkan dari Batang menuju Jakarta. Dari penggunaan awal tersebut, KAI memperoleh sejumlah masukan untuk penyempurnaan.
Beberapa aspek yang dievaluasi antara lain sirkulasi pendingin ruangan atau AC, jaringan internet, serta ketersediaan air hangat.
KAI kemudian melakukan penyempurnaan selama sekitar satu setengah bulan sebelum rangkaian kembali diuji dalam versi yang disebut sebagai versi final.
Bukan Kereta Reguler, Melainkan Disewakan Satu Rangkaian
The Nusantara Explorer untuk tahap awal tidak dirancang sebagai kereta reguler dengan tiket per penumpang seperti kereta api jarak jauh pada umumnya.
KAI menerapkan skema carter atau sewa satu rangkaian untuk jangka waktu dan rute tertentu.
Dengan model tersebut, kereta dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik oleh pihak swasta maupun instansi pemerintah. Salah satu kemungkinan pemanfaatannya adalah sebagai sarana menjamu kepala negara atau tamu kenegaraan dari negara lain sekaligus memperkenalkan alam, budaya, dan kuliner Indonesia.
Konsep ini juga membuka peluang penggunaan The Nusantara Explorer untuk kegiatan khusus, perjalanan wisata, maupun acara yang membutuhkan pengalaman perjalanan yang berbeda.
Berapa Biayanya?
Kemewahan dan fasilitas yang ditawarkan tentu menimbulkan pertanyaan mengenai harga.
Hingga saat ini, KAI masih menghitung besaran biaya yang akan diberlakukan. Bobby mengatakan harga nantinya akan disesuaikan dengan fasilitas dan pengalaman yang diberikan kepada pengguna.
Saat ditanya mengenai nominal sewa satu rangkaian, Bobby menyebut angkanya tidak mencapai Rp100 juta.
“Value for money lah pokoknya. Value for money,” ujar Bobby.
Dengan konsep tersebut, The Nusantara Explorer menawarkan sesuatu yang berbeda dari kereta wisata biasa: perjalanan bukan lagi sekadar proses menuju tujuan, tetapi menjadi tujuan itu sendiri.
Kamar hotel, restoran, hiburan, budaya, kuliner, dan panorama Indonesia disatukan dalam satu rangkaian yang bergerak di atas rel.
KAI menjadwalkan peluncuran The Nusantara Explorer pada 28 September 2027, bertepatan dengan HUT ke-81 PT KAI. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan